July 16, 2009

Antara Amanah, Pilihan dan Kata Hati



Setiap orang pasti pernah mencapai fase yang disebut titik jenuh...
Seperti yang mungkin sedang terjadi padaku akhir-akhir ini. Aku bingung. Terkadang, sering sekali harus melakukan atau mengikuti sesuatu yang tidak kuinginkan... Kubuang jauh-jauh... Tapi entahlah, seperti yang pernah kutulis di posting sebelumnya, 'antara asa dan realita', mungkin realita itu adalah mawar, dan asa adalah ilalang...


Ingin rasanya mengikuti kata hati. Egoisme diri. Membahagiakan diri sendiri. Tapi... sepertinya kebahagiaan itu bukanlah mencapai sesuatu dengan mudah, hedonisme, dan hal-hal yang bisa membuat hati nyaman untuk sesaat. Karena waktu mengajarkanku bahwa kebahagiaan yang hakiki adalah saat menemui diri ini jauh lebih bermakna untuk orang lain...
.
Sebagai mahasiswa, rutinitas kuliah adalah prioritas. Sebagai pelajar SMA yang study oriented cukup sulit bagiku untuk beradaptasi. Tapi, waktu yang mengajarkanku, bahwa hidup itu harus bermanfaat. Grow up,baby! Masih banyak yang harus kulakukan di luar sana...
.
Aku ingin fokus pada satu hal. Karena membagi fokusmu dalam porsi yang sama itu tidak mudah. Seperti yang sering kualami... Mengikuti berbagai organisasi, kepanitiaan, yang pada awalnya diniatkan sebagai tangga menuju aktualisasi diri terkadang tak lagi berimbang... Berbagai rapat di hari yang sama, jam yang sama, dan prioritas yang sama pentingnya pula... Semua harus disisakan untuk tugas, mengajar, menyelesaikan rutinitas kos-kosan, membaca, menulis, silaturahmi... Hingga waktu 24 jam itu sungguh-sungguh tak lagi cukup. Inilah, paradoks waktu. Berputar dalam jumlah detik yang sama, menit yang sama, jam yang sama, tapi tekadang waktu itu seakan mendustai kita dan berlalu begitu cepat...
.
Lalu, bagaimana dengan faktor keseganan? Seringkah kita melakukan sesuatu karena faktor 'nggak enak' atau 'segan' terhadap orang lain? Hingga harus mengabaikan kata hatimu sendiri... Sesekali ucapkanlah 'tidak', itu lebih baik daripada meniupkan gelembung kekecewaan yang lebih besar pada akhirnya...
.
Jika amanah, pilihan, dan kata hati berbenturan...
Aku tetap selau bimbang untuk menganaktirikan yang mana...

.

4 comments:

guguh said...

owh... icha ngajar jg?
ngajar dmana cha?
..
eia, tukeran link blog dong cha, memperluas jaringanmu
blogmu aq taruh di link blogq n sbaliknya
yah, biarpun blogq jarang di isi

blogq : http://www.shevalentis.multiply.com

ya kl mau sih..

catatansudiroy said...

ntar juga kan indah pada saatnya

creamy_cha said...

@guguh: iyaaa, dulu ngajar bimbel, privat... skrg mah privat ja... toh, earningny jg sama... hehe. capeee. T.T
.
okay, cha taruh di link deh...
thanx ya... how pleasure... ^^
.
@catatansudiroy: yup, i trust it... ^^

guguh said...

wah...bruntung kali yg jadi muridmu cha
ck..ck..ck..
halah..^^

Oia, thx udah di link