July 15, 2009

Belajar dari Mawar


Mawar...
Sebuah metafora indah untuk seorang wanita...
Mawar...
Dia begitu indah...
Harum...
tapi terlindungi dari dui-duri yang menjaganya...
sehingga tidak sembarangan orang dapat menyentuhnya...


.
yaa, layaknya wanita...
Fitrah setiap wanita adalah cantik.
Bukankah wanita memang perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang beriman? ^^
Iman itu dianalogikan layaknya duri pada mawar...
Perisai dan kehormatan jiwa...
.
yaa, belajar menjadi wanita terhormat yang beriman, berilmu, dan bermoral.
Karena cantik tidaklah cukup...
dan mengeksploitasi kecantikan semakin menguatkan stigma bahwa wanita hanyalah objek...
produk komersialisasi...
yang hanya layak dilihat tapi tidak layak didengar...
Sungguh ironis...
.
Ilmu, iman dan moral akan membawa qta ke dalam derajat yang lebih tinggi...
menuntun qta untuk berkontribusi...
memahami apa yang harus dipahami...
menuntut emansipasi dan persamaan secara wajar...
tanpa menyerempet dari fitrah kewanitaannya...
.
karena kecantikan adalah amanah...
yang harus dipelihara dan dijaga...
dan kecantikan terdepresiasi...
akan hilang digerogoti waktu...
sedangkan ilmu, iman, dan moral...
akan tetap abadi mengantarkan menuju kebaikan yang hakiki..
.
teringat dengan pernyataan inspirasional dari hellen keller, "the real beauty can't be seen or touched, it just can be felt from the heart"
yaaa, inner beauty adalah yang utama.
karena kecantikan sejati bukanlah yang tampak di wajah, tapi apa yang ada di dalam dada. HATI.
.
dan wanita adalah mesin penggerak dunia...
setujukah engkau dengan pernyataan ini?
"if you educate a man, you educate individual. but if you educate a woman, you educate a nation..."

2 comments:

catatansudiroy said...

wanita adalah mesin penggerak dunia...
> Gak setuju mbak, kata "mesin" dihilangin dong

creamy_cha said...

@catatansudiroy: itu hanya sebuah metafor... ^^ hny ingin menunjukkan potensi kok... but,thnx kritiknya. i appreciate it... ^^