July 15, 2009

Marwa Al Sherbini-sang pejuang hijab



Sungguh peristiwa yang sangat mengejutkan dunia Islam dan isu ketidakadilan. Marwa Sherbini (32), wanita muslimah yang berdomisili di Jerman, menemui ajalnya dengan 18 tusukan saat sedang memberikan kesaksian di pengadilan. Tindakan pembunuhan keji itu dilakukan oleh lelaki Jerman kebangsaan Rusia (28) - seorang phobia Islam di Jerman, dalam ruang pengadilan di wilayah timur kota Dresden, pada Rabu (1/7) lalu. Hal yang sungguh menyayat hati, syahidah Marwa saat dibunuh sedang hamil tiga bulan. Dua nyawa melayang seketika yang terjadi di ruang pengadilan salah satu negeri yang begitu sengit meneriakkan HAM dan isu keadilan!


Suami Marwa yang tengah mendiskusikan gelar Masternya bulan depan, terluka saat mencoba menghalangi pembunuh tersebut untuk melindungi istrinya. Sang suami terluka karena tembakan seorang petugas keamanan dengan dalih salah sasaran!
.
Marwa, seorang pejuang hijab yang mempertahankan keyakinan dan perisai dirinya menuju kehormatan dan keridhoan Allah. Sehari sebelum pengadilan dia diancam untuk melepaskan hijabnya,jika tidak hidupnya akan terancam. Namun, seorang Marwa bertutur bahwa lebih baik dia kehilangan nyawa, daripada kehilangan keyakinannya! Subhanallah...
.
Apa yang dialami Marwa, harusnya menjadi tamparan keras untuk slogan-slogan Barat atas penegakan HAM yang sangat diskriminatif. Buktinya, hingga saat ini belum ada respon, apalagi kecaman dari pemimpin dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

.
Untuk mengenang kesyahidannya, wanita-wanita muslim dunia mengusulkan tanggal 1 Juli sebagai Hari Jilbab Internasional.
.
Ya, di negara-negara yang notabene mengaku beridealisme kebebasan, kebebasan untuk menjalankan keyakinan (baca:Islam) tetap dianaktirikan. Sungguh, kita layak bersyukur karena hidup di negara dimana kita bisa berhijab tanpa ada tuntutan dan kecaman dari pihak-pihak yang berwenang...
.
Karena hijab bukan hanya selembar kain penutup kepala! Tapi dia adalah harga diri dan kehormatan...
Smoga kita tetap bisa mempertahankannya hingga akhir hayat... Amin...
.
A Tribute to Marwa **

No comments: