May 24, 2010

me and my dancing mood


Pernahkah berada dalam keadaan tidak mau keluar kamar seharian, dilanda bad mood dalam kondisi klimaks, dan merasa super-duper jenuh? Hehe, hal tersebut akhir2 ini terjadi padaku. Tak tahu kenapa sepertinya aku melakukan banyak hal, ikut kegiatan ini itu, hanya untuk sebuah pelarian, ya pelarian. Pelarian yang berdampak positif pada akhirnya, hehe, walaupun awalnya keterpaksaan itu tidak menyenangkan.

‘Simple’ doesn’t always mean ‘easy’. I’m complex and extremely moody. My mood can swing easily. Sometimes good, sometimes bad. Is it a mental disorder? Nope. It’s normal. Setelah googling, penyebabnya bisa macam2, karena gangguan hormonal (PMS, misalnya), stress, dsb. Tapi syndrom itu menyerangku jika aku berada dalam aktivitas yang tidak kusukai (baca: pelarian), overlapping, dan harus dikerjakan atau dihadiri dalam waktu bersamaan. Gosh, it really kills me inside sometimes.


Dulu aku tidak demikian. Aku-seorang gadis yang sangat sulit mengatakan ‘tidak’ ini-mulai semakin parah mengalami perubahan mood sejak November 2009. Aku masih ingat jelas. Sangat ingat. Saat aku sudah berharap seorang sahabat -okay, i called him as a friend- akan menepati janjinya pada bulan November 2009 dan aku berbuat semampuku untuk bertahan, untuk tetap bahagia, untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu, tapi ternyata saat hari itu tiba… Janji itu tak pernah ditepati, hingga sekarang…

Klise, but, you know, it’s a promise!
It’s so bad to meet a person that can’t keep his promise, but it’s worse when you keep pretending that the promise would be paid someday. That stupid one is – me! Wow!

Jika sudah jenuh seperti itu apa yang biasanya kulakukan? Setiap orang mungkin punya bentuk pemulihan sendiri untuk mengusir kejenuhannya, dengan jalan-jalan atau melakukan hobby misalnya. Dulu, aku punya masalah dengan yang namanya Sunday Sickness. Why? There are a lot of meetings in Sunday, oh dear == Dan jika sudah berada di titik jenuh, aku biasanya menonaktifkan hapeku dari pagi, dan membiarkan diriku relaks sejenak, karena mendengar bunyi sms berkali2 tanpa henti kadang bisa bikin sakit kepala…

Atau sarana lainnya adalah main game Solitaire. Game jadul yang satu ini memang bikin aku relaks, entahlah, kenapa harus game Solitaire == yang penting aku nyaman, sambil berteriak-teriak menyanyikan lagu favorit misalnya, atau ngemil snack Kriuk khas anak STAN. But, it makes me sooo relieved and I’m ready to do everything.

Sarana pemulihan yang lain adalah dengan jalan-jalan sendirian. Cukuplah jalan-jalan ke Bintaro Plaza dengan baju lucu-lucu hanya untuk beli ice cream cone atau Sundae, menyentuh-nyentuh baju dan sepatu yang terpajang, atau berjam-jam baca buku gratisan di Gramedia. Jalan-jalan sendirian memang menyenangkan karena tak ada yang melarang dan tak ada yang mengatur kemana kakiku melangkah.

Aku sudah terbiasa jalan-jalan sendirian. Rasanya lucu dan menantang. Aku pernah menemui seorang sahabat yang sudah seperti saudariku sendiri, sama-sama keturunan Arab dan wajahnya belum pernah kulihat secara langsung di kawasan Cempaka Putih sendirian, dengan bermodalkan satu toples coklat buatan sendiri, dan dia menjemputku, mentraktirku macam-macam, menonton pawai festival fashion dan makanan di Mal Kelapa Gading dan menyaksikan dentuman kembang api. Benar-benar di luar rencana. Keluarganya sangat baik, aku diharuskan menginap dan esoknya diantarkan ke kosan. Setelah itu, aku benar-benar siap menghadapi hari dengan semangat baru.

Petualanganku berikutnya adalah saat liburan Natal sebelum UAS tahun 2009. Sebagian besar mahasiswa pulang ke rumah, kosan sepi, dan aku sendirian tanpa rutinitas berarti kecuali di depan laptop atau mengajar setiap hari. Lalu apa yang kulakukan? Aku memuaskan hasrat untuk melaju ke Kota Tua sendirian, bermodalkan uang pas-pasan dan kamera, dan sms dari sahabatku yang jadi peta Jakarta virtual, hehe. Aku sangat senang, aku memasuki setiap museum dan foto2 ga jelas. Setelah puas aku melanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal. Turun di halte busway Monas, katanya jalan sedikit. Eh, udah jalan jauh kok ngga keliatan juga menara masjid. Huuuufh, ternyata salah arah, akhirnya harus balik lagi dan jalan jauuuuh lagi. Malang banget deh, pingin nangis. Tapi tetep niat jalan. But, it’s cool! Jalan sendirian melewati Monas, istana wakil presiden, berbagai gedung-gedung tinggi, waaah, luar biasa, dan akhirnya aku sampai di Masjid! Mengharu biru banget deh. Langsung ambil wudhu untuk shalat zuhur, dan memandangi keindahan mesjid itu selama beberapa menit. Tapi sayangnya karena pintu gerbang Masjid ditutup pukul 3 sore, aku harus bergegas untuk pulang.

Hmmm, masih ada beberapa jam sebelum petang, next stop? Grand Indonesia! Kebetulan di Gramedia GI sedang ada diskon buku-buku. Tapi karena melihat antreannya yang panjang bukan kepalang, ga jadi deh beli bukunya. Akhirnya cuma keliling-keliling GI dan lagi-lagi menyentuh baju-baju –eh, engga deh, saya ngga berani menyentuh – karena harganya busyeeet dah! Yaaap, tapi aku puas, sangat puas, kita memang butuh melakukan hal-hal beda untuk menambah warna dalam jiwa, karena manusia memang punya kecenderungan untuk bosan.

Sooo, jika sudah mulai jenuh, mengeluh, stop doing that! Berhentilah sejenak, lakukan hal-hal yang menyenangkan, beri makanan untuk jiwa. Ungkapkan pada Dzat yang Maha Mendengar, dan pada telinga-telinga lainnya yang siap untuk menerima, pada mama, sahabat, dan orang-orang terkasih.

Saat ini, aku masih sering mengalami perubahan mood. Tapi, perubahan mood yang dibarengi dengan self-questioning dan selv-evaluation, sebuah tangga menuju kedewasaan diri. Mood tidak untuk selalu diikuti, tetapi untuk dikendalikan. Dan mengendalikan mood adalah sebuah kemenangan untuk proses yang namanya pendewasaan.

Kalau sudah jadi pegawai, emang boleh ngikutin mood?
Kalau sudah jadi istri, emang boleh ngikutin mood?
Kalau sudah jadi ibu, emang boleh ngikutin mood?
Kalau sudah jadi pejabat, emang boleh ngikutin mood?
Noooo!
Jenuh boleh, wajar, tapi jangan lama-lama. Hehe. Matahari saja tidak pernah jenuh memancarkan sinarnya untuk dunia. Lawan bad mood, pancarkan sinarmu untuk duniamu! :)

4 comments:

Muhammad said...

SIP..
AKU SUKA YANG INI...
SETELEAH MEMBACA BEBERAPA CERITA KAMU...
JADI PENGEN KENAL KAMU...

AKU IQBAL..
LAM KENAL

creamy_cha said...

sama2, makasih ya :)
rajin2 mampir dan komen yaa
salam kenal juga ^^

Anonymous said...

belakangan in aku brsemangat, sngt bersmangat. . Aku ingin melewati stiap dtiknya dgn penuh smangat. . Alhamdulillah udah 1 bulan gak ada malas, jenuh. . m'kin krna msh bnyk buku2 yg bs d bca. . Tp gak th bsk lo bukunya dah hbis. . Mother. . . Mother . . Mother. . .

Goo . . . Smangat. . . I love islam. . . agama penuh dgn motivasi. . .

creamy_cha said...

alhamdulillah,
smoga saya juga bisa belajar semangatnya :)
hmmm, buku bisa jd solusi yang bagus yaa...
thanks. good advice :)