May 18, 2010

Memory of Monday, May 17, 2010


Dear Monday, May 17, 2010
Thanks because you’ve started my week with a lot of love and laugh. It makes me so strong to face some minutes to go to Tuesday :)

Mulai kemarin saya berjanji pada diri sendiri, akan menulis kisah hidup sebelum hari berganti, mensyukuri setiap yang terjadi sebelum terlelap, dan mengambil hikmah dari apa yang saya dapati. It makes my day as a day ^^

Thanks Monday, I’m sure by starting saying ‘bismillah, I love you, my day’ not ‘nooo. I hate today’, day replies us with saying ‘love you, too’ by giving good mood and easiness through. Trust me!


Hari ini saya puasa sunat lagi setelah hampir sebulan tidak berpuasa, sayangnya tidak didahului dengan sahur, tapi saya sudah berniat jadi bukan masalah dan insya Allah saya bisa kuat. Alhamdulillah bisa lancar hingga berbuka walau hanya dengan roti bakar yang hangus karena telat diangkat dari pan tapi tetap enak :)

Apa yang istimewa dari hari ini? Pisang penyet cokelat keju! Satu benda yang bisa mewakili keindahan hari ini, sayang ^^. Ide untuk menyajikan panganan itu terlintas begitu saja, walaupun sebenarnya sudah ada niat sejak lama ingin bikin, tapi selalu kehabisan pisang kepok yang matang, dan pulang kuliah saya langsung menuju supermarket – the bananas hung up there – so new and fresh!

Apa yang istimewa dari pisang penyet cokelat keju tanggal 17 Mei 2010? Tak ada, hanya ungkapan sederhana dari diri yang ingin mensyukuri tiga hal dari banyak hal yang tak terhingga jumlahnya. Hal pertama, saya memperoleh bidang PHLN (Pinjaman dan Hibah Luar Negeri) untuk PKL –it’s so challenging, isn’t it? And it’s definitely I’m ready for. Hal kedua adalah untuk memberi hadiah terhadap nilai UTS semester genap saya. Dan hal ketiga, hal yang paling mengejutkan adalah, tabungan saya tercukupi untuk beli modem – dan ini semua berkat dua anak manusia yang penuh cinta dan kasih – sungguh, thanks mama dan abah, uhibbukum, uhibbukum fillah.

Sayang sekali, pisang penyet ini tak dapat dirasakan oleh sasaran utamanya yakni sahabat saya yang sangat cerdas dan terlalu baik –semoga engkau cepat pulih dari semua penyakitmu – yang sering memberi kejutan dengan menggantungkan makanan di pagar saat saya krisis, lapar, sakit, atau bahagia; menjawab pertanyaan-pertanyaan abnormal saya, dan menceritakan hal-hal yang saya tidak tahu – you’re definitely like multilanguage dictionary and walking google, hehe. Tapi tak apa, masih banyak perut-perut yang mau menampung, anak-anak kosan rukun, my bubble, lia and my caring sister, fitri – that’s just my tiny expression of love, sweety – and aji, my chairman – senang bisa ikut berbagi makanan berbuka. Sharing is wonderful! :’)

Thanks Monday, hari ini sangat penuh tawa. Kuliah terakhir di prodip tiga Kebendaharaan Negara hampir selalu bebas stress. Saya tak akan lupa dengan kenangan menyanyi (lagi) di depan teman-teman bersama F4 – karena kita semua yang terkena hukuman memiliki nama yang berawal huruf F. Kami menyanyi ‘kupu-kupu yang lucu’ – walau tiba-tiba lupa lirik, hehe – diiringi tarian kupu-kupu dan gerakan pohon tumbang hampir kena angin. Salute for the boys! You’re so all out! Tapi nyanyian hari ini sepertinya-memang-jauh-lebih baik daripada penampilan nekat waktu Duta STAN 2010. Gosh, it was my first time singing in front of the public and I lost my breath after speech! But it’s indeed ‘especially for you’ :D

Satu hal yang saya pelajari hari ini: bermimpilah, kenapa takut, toh mimpi itu gratis? Rezeki, keajaiban, dan jalan bisa datang dari mana saja, sudah diatur oleh Dzat Yang Maha Pengasih. Tak perlu takut untuk memiliki atau mencapai sesuatu, asalkan niatnya kuat, yakin, dan mau berusaha. Karena jalan hidup memang tak selalu lurus dan mulus, tapi Allah selalu membimbing kita kok untuk mencapai tujuan :)

Boleh saya analogikan pada hal sederhana yang saya peroleh hari ini? Sudah lama sekali saya ingin punya modem, lama sekali. Saya tak ingin bilang ke orang tua, toh saya masih bisa nabung dulu dari hasil ngajar privat saya, tapi ternyata tak cukup, karena selalu ada pengeluaran mendadak yang harus didahulukan. Tak apa, mungkin belum waktunya. Tapi saya selalu menuliskan benda itu dalam to-buy-list dan yakin pasti bisa, pasti bisa terbeli. Dan Masya Allah, berkat rezeki dari Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki yang dititipkan ke orang tua saya, saya bisa mencapainya :’).

Oh dear, that simple thing – and a lot of simple pieces of happiness – often make me cry. But I don’t care; surely, I really don’t care as long as the tears don’t fall uselessly for fear and sadness…

Allah memang tahu waktu yang tepat. Semoga saya bisa mempersiapkan outline PKL dengan lebih baik, berburu ilmu dengan lebih mudah, dan menata masa depan untuk diri sendiri, orang tua, dan orang-orang terkasih dengan lebih berikhtiar dan tawakkal. Semoga.

Allah sangat sayang kita. Sayang sekali, terkadang kita sering lupa mengucapkan, “aku menyayangiMu ya Allah… :)”

2 comments:

Yoga Azmat Khan said...

Dear Princess Blossom,
Thank you for the super snack :'). I didn't get to eat it. But I feel the warmth of the hands who made it.
I never ask something in return. Just be happy, that's all I require from you :).

creamy_cha said...

makasih yoga ^^
sptnya icha bikin di saat yg ga tepat...
i'm not happy, but i'm happier :))