May 28, 2010

Paket Cinta dari Rumah

Sebuah paket cinta
teronggok di atas meja
untukku ananda tercinta...

Kebahagiaan yang luar biasa untukku, yang jarang punya kesempatan pulang ke rumah -hanya setahun sekali- menerima paket cinta ini. Aku selalu yakin, jarak bukanlah apa-apa, karena aku tahu bahwa aku selalu pulang ke hati orang tuaku. Aku ada di paru-paru mereka, di aliran darah mereka, dan di memori terkuat mereka. Apapun yang terjadi, doa dan kasih sayang selalu menjadi penghubung utama. Dan tak akan ada yang bisa menghalanginya.

Biasanya aku menerima paket dari mama saat menjelang ujian. Mama selalu memasak rendang istimewa, sambal teri kacang tanah, keripik singkong, dan kue cokelat yang dikemas dalam jasa pengiriman express. Lauk-pauk yang bisa dikonsumsi untuk beberapa hari tersebut sangat signifikan untukku berhemat, memperbaiki gizi, dan sekaligus bisa membawaku kembali ke atmosfer di rumah walaupun hanya melalui makanan yang khusus disiapkan dengan keikhlasan dari mama untuk anandanya tercinta. Jangan heran kalau aku bisa menitikkan air mata di saat menyantapnya ;)

27 Mei 2010, paket cinta itu datang lagi. Kali ini dengan content yang berbeda. Paket lengkap PKL berupa baju batik, dan sepatu. Serta beberapa barang unik lainnya, tas dan dress lucu, parfum Arab yang aromanya nyelekit, hingga berbungkus-bungkus wafer Beng-beng. Oh, i cried. She knew that i didn't have those stuffs... dan aku memang penggila Beng-beng, wow, memang sangat tepat untuk dijadikan kudapan berbuka dan cemilan di saat lapar.



Paket cinta tersebut membawaku kepada semangat baru bahwa aku harus berusaha dengan sebaik-baiknya, karena ada begitu besar harapan dan amanah orang tua yang tidak boleh disia-siakan. Semoga aku bisa membalas mereka dengan paket cinta juga walau sederhana: paket perjuangan dan kerja keras. Insya Allah :)

No comments: