June 14, 2010

Another Great Weekend

When your heart speaks, take good notes. ~Judith Campbell

Saya suka bercerita. Untuk saya, setiap harinya adalah petualangan. Dan saya pun tak sabar untuk menuliskannya. Maka izinkan saya membaginya di blog ini, kawan. Karena setiap hal sederhana bisa menjadi kisah luar biasa. Dan, karena saat ini saya memang sedang ketagihan menulis, menulis, dan menulis. Sekali lagi, izinkanlah saya untuk bercerita. Tentang diri, tentang rasa, tentang hari ini, dan tentang hari sebelumnya ^^

Sabtu dan Minggu, 12-13 Juni 2010.
Saya suka kedua hari itu, hari di mana saya bisa melakukan banyak hal tanpa terikat oleh rutinitas. Hari yang tepat untuk menyambut hujan, hari yang sempurna untuk menikmati riangnya surya.

Saya yakin hari ini akan istimewa walaupun diawali dengan sedikit kecewa – printer saya yang mati suri belum bisa disembuhkan lagi karena tintanya masih mampet dan malah menyebabkan noda-noda di jari dan lantai kamar. Ya, apa boleh buat. Saya pun menempatkan dia kembali dalam kotak peristirahatan di bawah tempat tidur yang berdebu.

But, it’s not about how to begin, but how to end, and how to have fun!

Berakhir pekan dengan cara yang berbeda memang menyenangkan, karena berlama-lama di kos tanpa kegiatan juga menjemukan. Saya langsung menuju rumah tante tercinta di Condet untuk menyantap nasi kebuli dengan acar segar dan kambing goreng gurih yang khusus disiapkan beliau untuk saya. Sudah lama tidak makan senikmat ini, apalagi di saat krisis ==

Ini memang rumah kedua saya. Saya selalu bisa menemukan kehangatan keluarga di dalamnya. Saya kangen tertawa dengan tulus dan berbagi kegundahan. Selalu ada tante saya yang paham bagaimana mengisi baterai kesabaran, dan om saya yang ahli IT dan sangat mirip Vidi Aldiano yang senang bercerita tentang pengalamannya di kampus dan di kantor. Mereka benar-benar pasangan yang serasi dan menginspirasi ^^

Menyambut hari ulang tahun om saya yang sebenarnya jatuh pada tanggal 14 Juni, kami pun merayakannya lebih cepat sehari dengan makan di d’cost Kemang. Masya Allah, how lovely! Saya ini memang penikmat makanan, jadi suatu hal yang mustahil jika saya bisa sekurus Victoria Beckham (serem ==). Tapi saya akan tetap berusaha, fight! Eh, baru mau niat, si tante sudah pesan dessert eskrim untuk saya *ngik ngok*

Hmmm, hari Minggu memang selalu berlalu lebih cepat. Mungkin karena waktu tidak ingin membiarkan kita terlarut dalam suka. Saya pun harus pulang, kembali ke kosan untuk merevisi outline dan mempersiapkan diri menemui dosen pembimbing di Pusdiklat Anggaran-Gadog pada Senin paginya.

Satu hal yang saya ingat pada perjalanan pulang adalah saya kehilangan pita biru dan bros kesayangan saya saat turun dari angkot, dan saya hanya bisa memandang dari kejauhan saat dua benda itu dilindas oleh ban-ban mobil *huks*. Kemudian, saat saya berada di metro mini, tiba-tiba dua orang pemuda bertato dan bertindik menyeramkan melakukan atraksi melukai tubuhnya dengan silet tepat di depan saya. Kontan, saya merasa sangat mual. Apalagi kata-kata mereka sangat tidak sopan dan membuat takut para penumpang. Huuuufh. Yah, begitulah Jakarta.

Lalu, pelajaran apa yang saya dapat hari ini?
Saya semakin menyadari bahwa kepala saya agak lebih besar dari kepala orang normal *sigh*. Namun, saya tak keberatan karena saya percaya bahwa volume otak saya juga besar, hehe. Dan saya baru tahu kalau di depan Kementerian Pertanian ada bangunan piramid dari kaca seperti museum Louvre di Perancis.

Tapi, sungguh bukan itu pointnya ==

Saya belajar bahwa bersyukur itu menyenangkan. Tuhan sudah menyediakan semuanya, kita hanya disuruh berusaha dan bertawakkal, lalu kenapa masih mengeluh? Life is easier when you stop complaining. Life is not to be felt but to be faced on.

Kini, saya sangat mudah mengharu biru. Bahkan, tidur di kasur empuk, dan minum teh hangat di pagi hari sudah bisa membuat saya berseri-seri.

Ini tanda-tanda bahwa saya sudah semakin dewasa. Dan saya bahagia ^^

No comments: