June 8, 2010

Hujan Buku di Hari Minggu

Aku sangat suka buku.

Terima kasih pada tanteku yang semakin membuatku jatuh cinta pada buku. Bahkan pertemuan pertama kita kembali di sini, Jakarta, sejak belasan tahun terpisah juga berada dalam atmosfer buku. Saat itu, setahun yang lalu, engkau menghubungiku, dan kita pun berjanji akan bertemu kembali. Aku sangat bahagia, ingin mengetahui rupamu saat ini. Layaknya kencan buta dan adegan di reality show termehek-mehek, kita hanya saling mengenal dari satu identitas, yakni warna pakaianmu dan pakaianku ^^

Pertemuan kita tak pernah lepas dari buku. Latar belakang engkau yang memang gemar menulis dan cinta pendidikan memang menggambarkan semua itu. Dan kita dihubungkan oleh benang merah: kita adalah keluarga dan kita sama-sama cinta sastra. Pertemuan pertama kita dimulai saat engkau mengajakku ke Museum Mandiri bertemu dengan penulis-penulis cerita anak terkenal, lalu engkau selalu mentraktirku eskrim dan mampir ke Gramedia Bintaro Plaza, Grand Indonesia, atau sekedar mengunjungiku membawakan paket spesial makanan dan lagi-lagi buku yang sarat manfaat ^^

Tanteku yang satu ini adalah inspirasiku. Di balik padatnya kegiatan sebagai seorang dosen, ibu rumah tangga, engkau masih aktif menulis. Sudah banyak buku yang engkau terbitkan, biasanya oleh penerbit Mizan karena engkau ahlinya menulis kisah anak-anak, atau menjadi penulis berbagai artikel dan cerpen di surat kabar. Sungguh sangat membanggakan. Engkau adalah motivasiku untuk bisa menjadi wanita yang intelektual dan bisa menyeimbangkan waktu untuk karier dan keluarga.

Sudah beberapa lama kita tak bertemu lagi. Sungguh, aku kangen. Mungkin engkau sedang harus banyak istirahat untuk menyambut kelahiran sepupu baruku ke dunia. Dan karena aku percaya bahwa kangen itu ajaib, aku dihujani buku pada tanggal 5 Juni 2010. Aku sangat bahagia dengan suplemen ilmu dan cinta ini yang diantarkan oleh tukang ojek andalanmu langsung ke kosanku. Dua buah t-shirt, dompet, dan aksesoris oleh-oleh dari Shanghai, dan lima buah buku: Anne of Windy Poplars, Wicked Lovely, Daddy Long Legs, Chicken Soup for the Writer's Soul - Harga Sebuah Impian, dan Titik Balik - sebuah kompilasi cerpen tentang menerjang rintangan dan menggapai masa depan. Di buku yang terakhir ini, ada cerpen karangan tanteku: Haya Aliya Zaki.

Thanks auntie. Aku semakin bersemangat menghadapi hari-hari.

Dan saat sendirian, saat gundah, saat bimbang, aku punya cadangan buku-buku baru yang bisa dibaca :)

No comments: