June 8, 2010

Hukum Newton I: Kecantikan Berbanding Terbalik dengan Kepintaran

Statement ini keluar dari mulut Cina saat melihat seorang mahasiswa yang sangat cantik dan populer di Arsitektur ITB bernama Annisa. Memang suatu hal janggal jika melihat mahasiswi cantik dan trendy di Fakultas Teknik –pengalaman pribadi, hehe – dan, Cina langsung menebak bahwa IP Annisa hanya 2.1. Kenyataannya, memang demikian, Annisa hanya bisa memperoleh indeks prestasi 2.1

Statement ini juga sempat dilontarkan teman-teman saya saat berlangsungnya final pemilihan Miss Indonesia 2010 pada hari Selasa, 1 Juni 2010. Ketiga finalis (Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jogjakarta) tidak dapat mengartikan kata ENDURANCE – kata yang cukup umum dalam bahasa Inggris – bahkan finalis dari Jogjakarta meminta pertanyaan tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Mungkin bisa dimaklumi jika mereka memang dalam keadaan nervous, tapi tentu saja kemenangan mereka yang notabene membawa image Brain, Beauty, Behaviour sudah diragukan kredibilitasnya.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” bukan pernyataan yang mutlak benar. Ini hanyalah kesimpulan dan persepsi masyarakat yang general terhadap suatu hal – cantik dan wanita. Cantik itu relatif. Bahkan, saya percaya bahwa setiap wanita itu cantik. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Sayang sekali, saat ini media sudah menjadikan wanita sebagai objek, dan menstandarkan yang namanya cantik. Cantik haruslah yang bertubuh langsing tinggi semampai, berkulit putih, berwajah halus, berambut panjang, berhidung mancung, dan sebagainya, tanpa memperhatikan keunikan dari setiap wanita itu sendiri. Pada akhirnya, intelektualitas dan moral pun ditempatkan di posisi kesekian.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” adalah persepsi yang harus dipatahkan – setidaknya dalam hidup kita secara pribadi. Saya punya banyak teman dan kenalan yang cerdas dan apik dalam berpenampilan. Dan, banyak pula wanita-wanita dengan profesi intelek dan bergengsi seperti para penyiar di stasiun TV, penulis, manajer, sekretaris, dokter, dan dosen yang harus diakui sangat mempesona dalam hal ilmu dan lahiriah. Mereka yang membuktikan bahwa menjadi cerdas adalah kebutuhan, dan cerdas tidak selalu berorientasi dengan ‘nerd’ dan acuh terhadap penampilan. Bahkan, seorang customer service Bank yang pernah melayani saya berhasil membuat saya termotivasi dengan pola pikirnya, cara berpenampilannya, dan status pendidikannya yang sudah S2 hingga ke luar negeri di usianya yang masih sangat muda.

Di mata saya, Michelle Obama, Queen Rania, Oprah Winfrey, dan ex-Menteri Keuangan RI Sri Mulyani adalah wanita-wanita yang sangat arif dan cantik. Tapi, sayangnya, masih banyak yang beranggapan jika cantik hanya sebatas kulit dan spesifikasi yang distandarkan media. Padahal sudah banyak hal cantik dan kontribusi nyata yang sudah mereka lakukan untuk dunia.

Menurut saya, cantik hanya berperan dalam hal first impression. Second, third, forth, adalah bagaimana orang-orang merasa nyaman saat di dekat kita, bagaimana kita membina hubungan baik, bagaimana kita bermanfaat. Karena cantik tidaklah cukup. Cantik adalah anugerah, yang bisa terdepresiasi oleh waktu. Tapi ilmu dan cahaya hati tetap akan abadi.

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” sebuah pernyataan yang menyedihkan. Tapi, banyak dari kita memang masih tidak sadar bahwa cantik ini harus dijaga. Bukan untuk dipertontonkan ataupun dijadikan obsesi semu semata. Hal yang menyedihkan lainnya adalah masih banyak kelompok masyarakat yang beranggapan bahwa wanita tidak perlu berilmu, berpendidikan tinggi, toh pada akhirnya menikah, dan mengurus keluarga. Tetapi bukankah seorang ibu dituntut harus cerdas dalam mengurus anak-anaknya kelak?

Jika wanita tahu banyak hal tentang make-up, fashion, shopping, tak ada salahnya jika tahu tentang hal-hal berbau politik dan sosial. Malu donk, cantik-cantik kok lemot? Sedih kan dengar sindiran seperti ini?

Hingga saat ini, maaf, saya masih tidak paham apa kontribusi Miss Universe, Miss World, Miss Indonesia untuk perbaikan dunia seperti yang dielu-elukan di setiap penyelenggaraannya. Dan kategori miss-miss pilihan yang diberikan hanya bersifat lahiriah seperti miss tubuh indah, miss kulit cantik, dan lagi-lagi hal itu sangat relatif. Tidak adakah kategori yang lebih mengena untuk masyarakat dan bisa dijadikan panutan?

“Kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran” adalah sebuah sindiran. Wanita sudah seharusnya menghargai pentingnya ilmu, kepedulian sosial, dan moral karena hal itu menyebabkan kita memiliki nilai plus dan kontribusi positif untuk diri, orang lain, dan kehidupan mendatang kelak. Bukankah kita semua menginginkan emansipasi – persamaan hak? Hak untuk memperindah diri dengan ilmu sudah diberikan untuk kita, wanita, mari kita nikmati dan syukuri bersama tanpa melupakan kodrat dan esensi kita sebagai seorang wanita.

Menjadi cantik adalah anugerah, dan menjadi pintar adalah pilihan. Jika bisa memperoleh dan mengkombinasikan keduanya, kenapa tidak? =)

9 comments:

anjar said...

setuju banget mbak..cantik emang relatif,
ada seorang wanita yg menurut saya cantik tapi menurut temen2 saya nggak..haha

creamy_cha said...

anjaaaaaar, hehee ^^
iyaa, cantik itu sangat relatif, dan yg paling pntg, hatinya harus lbh cantik...

sptnya mb tahu wanita itu siapa...
just follow ur heart, anjar :)

Anonymous said...

Hukum Newton I itu: suatu benda tidak akan berubah, sampai ada benda lain yang memaksanya berubah...

creamy_cha said...

hehe, bunyi hukum Newton I memang demikian, tapi 'hukum Newton' yang saya maksud ini adalah yang ada di film Cin(T)a :)

dania lukitasari said...

ternyata salah kan.
You have both kak!
cantik dan pintar.
Hohohoooo

creamy_cha said...

thank you, dania :)
so are you :)

Mufti said...

Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kaum pria....menilaiseorang wanita..karena menurtku wanita yang sholeh adalah kriteria menarik-dan berilmu-menjadikan suami dan kel.nya terjaga dan berbahagia.super buat Icha

creamy_cha said...

@mas mufti: iyaa mas, cantik akal, cantik hati, cantik dalam menjaga diri :)

k said...

Kalo aku Tuhan, kau pasti aku masukkan surga.
:d