June 7, 2010

It's a Day to Remember

No matter how perfect the day, it always has to end.

June, I cry a lot.
But I don’t care, because my tears fall down in happiness.
But I don’t care, though I’m afraid, afraid in losing you.
And in these moments passed by,
Let me say, I love you.


3 Juni 2010, aku baru menyadari bahwa ini adalah hari terakhirku menjalani kuliah di prodip 3 Kebendaharaan Negara STAN. Hari terakhir berhadapan dengan dosen di kelas, hari terakhir menghadapi tugas, hari terakhir mendapatkan jarkom kilat dari ketua kelas, dan hari terakhir pula bisa tertawa bersama dengan teman-teman saat antusias dan bosan mendengarkan pelajaran.

3 Juni 2010 dan resolusi kuliah terakhir. Semua ingin melakukan sesuatu yang berbeda untuk dikenang. Aku mengenakan seragam warna pink – warna yang agak terlarang, tidak sesuai aturan, dan pernah membuatku shock saat ditegur dan dikejar seorang dosen yang sangat strict dalam hal warna baju di STAN . Tapi kapan lagi bisa menikmati warna ini? Warna yang sangat blossom and soooo mee ^^ Selanjutnya, aku yang biasanya duduk di barisan paling depan disediakan kursi di barisan paling belakang. Sedangkan yang biasanya duduk di belakang, berjuang melawan kantuk untuk duduk di barisan depan. Agak aneh rasanya, tapi tak mengapa. Aku ingin berlama-lama menikmati kelas ini, mendengarkan mata kuliah PHLN, dan memandangi pak dosen yang mirip Mario Teguh – seseorang yang sangat bijak, berdedikasi, dan selalu membuatku iri dengan kisah-kisahnya di London.

Tiga jam berlalu dengan cepat, dan saatnya mengakhiri. Beliau mendoakan kami dan menyalami kami satu persatu. Kemudian, aku memimpin teman-teman memberikan persembahan terakhir. Semua terjadi begitu spontan. Kami menghadiahkan lagu ‘terimakasihku’ sambil mengelilingi pak dosen. Aku benci saat-saat ini. Aku hanya bisa bicara tiga kalimat dan pada akhirnya hanya air mata yang keluar. Bahkan untuk menyanyi pun aku dan beberapa teman sudah tak sanggup. Apalagi saat melihat beliau juga turut berkaca-kaca.

Ini memang bukan akhir,
Ini adalah awal. Awal dari kita semua menghadapi berbagai hal di hari-hari mendatang. Setelah ini, mungkin kita harus berjuang sendiri-sendiri. UAS, outline, PKL, kompre, yudisium, wisuda, magang, penempatan; semua adalah hal-hal yang harus siap kita jalani.

Tetapi kenangan indah ini akan selalu menjadi modal untukku,
Modal yang tak pernah habis untuk diresapi bahwa kita adalah keluarga,
Karena kita tak pernah bisa memilih siapa yang menjadi keluarga kita, tapi aku bisa memilih kalian, sahabatku, untuk menjadi keluargaku, menjadi rumahku, karena di sinilah hatiku berada…



"My friends are like a deck of cards, they come in kings and queens, red and black, six and seven, but if one is missing, the deck won't work...and that is friendship."

No comments: