June 23, 2010

A Piece of Wednesday

If you don't think every day is a good day, just try missing one. ~Cavett Robert

Jujur saja, tiba-tiba saya kangen dengan suasana kuliah. Saya merindukan sensasi duduk dan belajar di kelas, curhat dengan sahabat, ataupun menertawakan teman yang tertidur di pojok belakang.

Hal-hal sederhana terasa istimewa saat engkau mulai kehilangan…

Dan saya tidak mau kehilangan hari ini.

“Let us rise up and be thankful, for if we didn't learn a lot today, at least we learned a little, and if we didn't learn a little, at least we didn't get sick, and if we got sick, at least we didn't die; so, let us all be thankful”

Maka, saya mulai berhenti memikirkan hal-hal yang membuat saya sakit. Untuk saya, obat yang paling utama adalah saat saya bisa merasakan cinta keluarga dan sahabat-sahabat terdekat. Sehingga saya bisa merasa bahwa rahmat Allah sangatlah dekat. Toh, semua ada jalan keluarnya. Jadi kenapa masih khawatir dengan kehendakNya?

Maka, saya punya kesempatan untuk memiliki hari ini sepenuhnya.

Saya merasa lega bisa menceritakan uneg-uneg saya walaupun sudah berkali-kali ditanyakan oleh orang yang berbeda *agak lebay sih, haha, tapi yang penting saya bisa tertawa. Menertawakan diri sendiri tepatnya dengan ekspresi menarik-narik muka saat bercerita*

Dan, setidaknya rasa mulai kangen kuliah bisa terobati dengan adanya pengarahan PKL tadi siang. Saya bisa kembali duduk bersebelahan dengan sahabat-sahabat yang sangat dirindukan dan mulai bercerita tentang hal yang penting sampai hal yang nggak penting. Saya senang dengan suasana gedung G yang dipenuhi dengan mahasiswa Kebendaharaan Negara dan PPLN sebagai saudara sekampung halaman (red: gedung F). Ada kubu kanan yang diisi oleh spes saya dan kubu kiri yang diisi oleh spes PPLN tersebut. Dan kita saling bersaing dalam tawa, tanya, dan satu semangat yang sama (sama-sama sedang labil, hehe).

*laras, osel, icha waktu pengarahan*

Hari ini cukup menyenangkan. Lihat saja dari tulisan di blog saya, hehe. Tapi, sungguh, masya Allah saya merasa sangat kepanasan seperti dehidrasi seharian. Sayangnya, pedagang buah keliling yang biasanya mangkal di dekat kosan sudah pulang. Ooooh, tapi tubuh saya rasanya kering banget ditambah serangan batuk mendadak. Akhirnya saya menggantinya dengan minuman serat dingin, dua botol sekaligus. Tapi, saya sangat kesulitan saat membuka tutupnya –hingga harus diiris habis dengan pisau. Setelah berhasil dibuka, minuman itu sudah tidak dingin lagi *huks*

Apa yang saya syukuri malam ini?

Alhamdulillah, saya hanya butuh beberapa jam saja untuk menggigil dan mengizinkan suhu tubuh mampir di atas normal. Setelah menerima telpon dari mama dan berniat untuk tidur sangat awal *niat doang* saya merasa jauh lebih baik.

Dan, saya pun menulis blog ini.

Thanks for Wednesday – for the chance of having today with lovely emotion and lovely people :)

*special wish and special thanks for selva, "don't be sad, dear. God is guarding you to be more patient. Just keep being you, keep being virtue, because we know you and we love you..."

No comments: