June 7, 2010

She's the One

I don't have to say
a word to you
You seem to know
whatever mood I'm going through
Feels as though
I've known you forever
(amigos para siempre – sarah brightman)

Jika kita boleh mundur beberapa langkah menapaki waktu, aku bahkan tak ingat jelas bagaimana akhirnya kita bisa sedekat ini. Tapi tak apa, mungkin kita memang sudah digariskan untuk bersama, menjadi sahabat, menjadi keluarga, dan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah masalah, tetapi anugerah.

Di awal-awal perkuliahan, aku bahkan tak dekat denganmu, tak ingat hari ulang tahunmu, dan tak peduli denganmu. Saat itu, aku masih harus berjuang menemukan jati diriku yang baru, melawan semua keegoisanku, dan bertahan di masa-masa awal yang sangat sulit. Aku terlalu sibuk dengan diriku dan rutinitasku. Bahkan, tak pernah ada tanda-tanda bahwa kita akhirnya bisa sedekat ini.

Tahun kedua perkuliahan, aku telah tumbuh menjadi seorang manusia. Setidaknya, itulah pendapat teman-teman, icha yang lebih manusiawi. Dan kuanggap itu adalah pujian yang sangat signifikan. Aku menikmati hidupku. Aku menemukan diriku. Dan, aku menemukan dirimu, sahabatku, berawal dari sebuah pertanyaan, “Icha boleh duduk di sini, ngga?”

Yeah, she’s the one. Dia adalah Oselva Anesthesia Sidauruk. A great woman, a great sister, a great friend, ever. Seseorang yang sangat tulus dan penyayang. Seseorang yang sangat tangguh menghadapi hari-harinya, bersikap baik dengan penyakitnya, dan rela berkorban untuk orang-orang terkasih dalam hidupnya. Terima kasih telah membentuk icha menjadi sedemikian tangguh seperti sekarang. Tak pernah merasa sebaik ini.

Sudah banyak sekali kenangan yang kita punya. Kenangan saat kita belajar bersama, saat kita menginap bersama berjuang menghadapi ujian aplikom, saat kita makan bersama, saat kita curhat bersama, jalan-jalan bersama, saat engkau menghapus air mataku, menepuk punggungku, menyemangatiku bahwa aku bisa, bahwa aku istimewa, tak ada yang pernah melakukannya sebaik itu.

Apa yang membuat kita sedemikian cocok? Bukan karena kita berasal dari kota kelahiran yang sama. Bukan pula karena kita memiliki karakter yang sama. Tetapi, kita memiliki hati dan impian yang sama. Kita yang tumbuh dari kerasnya perjuangan dan terus mengukir janji untuk mencapai semua mimpi-mimpi kita. Kita yang berasal dari keluarga sederhana yang memahami artinya cinta, keluarga, dan pengorbanan. Dan kita yang memiliki pandangan yang sama tentang emansipasi dan penghargaan terhadap perbedaan. Kita memang berbeda dari segi keyakinan. Tapi itu bukan masalah, sama sekali bukan. Karena Tuhan memang menciptakan cinta untuk menjembantani perbedaan itu. Antara engkau dan aku. Dan, kita saling mengingatkan satu sama lain untuk tak lupa beribadah di jalan kita masing-masing.

Engkau adalah bodyguardku, yang selalu berada di sampingku saat aku berada dalam keadaan sangat lemah.
Engkau adalah energiku, yang memberiku semangat dan keberanian untuk melangkah.
Dan engkau adalah inspirasiku, teladan nyata, pemilik hati yang sangat tulus dan penuh cinta.

Jika waktu dan jarak menjadi penghalang antara kita, tak apa, karena kenangan ini telah melekat erat dalam memori terkuatku. And as people say, mind forgets but heart remembers. Some memories can hurt, but with you by my side our friendship will survive.

“Even though we've changed and we're all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we'll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we're not all still friends.”

Thanks for being my friend, it’s the real miracle that I’ve ever known :’)

No comments: