June 23, 2010

Yes, I am

Terkadang, kita menuduh hidup yang terasa tidak adil.
Dan menuntut untuk menjadi orang lain.
Mempertanyakan diri, “Kenapa aku tak secantik dia?”
Atau, “Sungguh beruntung dia bisa terlahir sebagai seorang yang kaya…”
Mungkin, “Aku tidak seperti dia. Jadi tidak ada gunanya…”

Lalu apa yang kita cari?
Karena tidak puas memang sifat dasar manusia, maka belajarlah untuk menerima.
Menerima bahwa kita istimewa.
Karena pada dasarnya Tuhan memang menciptakan kita berbeda-beda untuk saling melengkapi.

Jika engkau lihat rumput tetangga lebih hijau,
Renungilah, apa yang salah?
Mungkin engkau tak mengurusnya dengan baik,
Tak bersungguh-sungguh,
Atau memang tak mengapa jika tak berwarna hijau, bunga liar kemerahan juga bisa membuatnya semerbak.

Tidak semua orang bisa mendapat apa yang dia inginkan.
Orang yang sukses dalam karier, belum tentu sukses dalam keluarga. Demikian sebaliknya.
Atau orang yang memiliki kenikmatan materi tidak selalu mengenal bahagia.
Lalu apa yang kita cari?
Bahagia bukan?

Cantik, kaya, langsing, sukses, hanya ukuran manusia.
Tapi bahagia, hanya sang hati yang tahu rupanya.
Dan pada dasarnya, kekurangan kita adalah potensi kelebihan yang luar biasa.
Sudah banyak bukti nyata, bukan?
Sayangnya, kita sering menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Dan beranggapan bahwa itu takdir.
Padahal, sungguh, takdir hanyalah awan yang melayang-layang di angkasa jika tak kau coba menggapainya.

Aku adalah diriku, dan aku adalah hamba Tuhanku yang menyayangiku.
Aku adalah diriku, dan aku adalah anak ayah dan ibuku yang paling dicinta.
Aku adalah diriku, dan aku adalah manusia.
Manusia yang ingin bahagia, yang mengenal cinta, yang ingin punya kontribusi untuk dunia.

Terkadang, kita menuduh hidup yang terasa tidak adil.
Dan menuntut untuk menjadi orang lain.
Maka jadilah adil untuk dirimu sendiri.
Berkenalanlah dengannya, bukankah dia punya potensi?
Cintailah dia, tidakkah dia sangat mengagumkan?
Karena, pada hakikatnya syukur dan kesungguhan yang membuat hidup ini sempurna.
Setidaknya, mendekati sempurna :)

“Love is the great miracle cure. Loving ourselves works miracles in our lives.”

*sebuah renungan untuk diri sendiri yang sedang belajar menjadi diri sendiri, terus belajar, dan ingin selalu belajar*

2 comments:

Muhammad said...

Setiap habis baca tulisan2 kamu..tau gak apa yg saya pikirin???

terkadang thu pengen liat secara langsung orang yang selma ini tulisan2nya saya baca yang bisa mengingatkan saya...
tengkyu ya..keep posting..^__^

creamy_cha said...

yuppoo, thanks for reading,, ^^