August 30, 2010

Tentang Pulang

Maaf, aku kangen kalian. Aku kangen pada tiga hal yang membuatku rindu pulang: mama, abah, adik. Setelah itu, yang lainnya hanya menjadi bumbu penyedap.

Karena rumah adalah tempat di mana hatimu berada: maka –saat ini– hatiku berada di sana, dan impianku berada di sini.

Wahai yang sedang kurindukan, bantu aku kembali untuk menjaga hatiku agar tetap berada di sini. Sehingga aku tak perlu selalu merasa sepi.

Apa yang sedang kalian lakukan di sana? Memanggang kue-kue kering untuk lebaran kah? Bercengkrama sambil memandang bulankah? Atau menantikan saat-saat itu, saat kita akan bertemu pada moment yang teramat istimewa?

Baiklah. Aku memang kangen kalian. Kangen hal-hal sederhana yang terasa hangat. Kangen menjadi seorang anak seutuhnya yang aman berada di sisi sang ayah dan bunda.

Jangan bersedih wahai yang kurindukan, bukankah kalian berjanji untuk menjaga hatiku agar tetap berada di sini?

Dan karena aku ingin menjadi mutiaramu – aku akan sabar menunggu. Menunggu saat kita akan berpelukan secara nyata. Menanti saat air mata kita dipertemukan dalam keharuan. Dan aku bisa membawa pulang sesuatu – bukan sekedar kerinduan.



#Kalimongso, menunggu subuh dalam gemuruh hati dan pikiran#

No comments: