August 30, 2010

Tentang Sepi

“Rintik hujan saja bersemangat untuk turun ke bumi, mengapa engkau tidak?”

Aku yang duduk di kursi kosong ini, terpana pada daun jendela yang basah, menoleh ke arahmu.

“Karena aku bukan rintik hujan yang tidak pernah merasa sendirian”, jawabku.

Sebelum aku sempat membubuhkan tanda titik pada kalimatku, sebatang lolipop merah berbentuk strawberry dengan taburan bulir-bulir coklat telah hinggap di tanganku. Terlalu manis untuk melesat masuk ke dalam kerongkongan.

“Ada apa denganmu? Kenapa engkau tak seoptimis dan seriang dahulu?”

“Karena melelahkan menjadi seperti itu – ngenes. Dulu aku terlalu sibuk mengurus banyak hal hingga lupa bagaimana mengurus diriku sendiri. Hingga di satu titik, aku sadar, aku telah kehilangan lebih banyak hal…”

Aku memainkan lolipop itu di jari-jariku untuk meredam benda bening yang tertahan keluar dari rongganya.

“Sometimes I wake up, I realize that i'm not that strong, i'm not that tough. Indeed, i just pretend to be strong and tough. But, it's much better then…”

Kau menghela napas, “If it’s much better, keep faking. But please stop doing it to your self, if you wanna cry, just cry for and with your self, if you’re bored, just hang out, laugh, and do whatever you can to feed your soul, dear”

#I’m tired of being alone so hurry up and get here#


Ringtone handphone-ku berbunyi dan aku menonaktifkannya dengan pasti.

“Hey, never say that you’re alone. I’ve been here. What can I do for you now, dear?”

Kau segera duduk di kursi kosong itu mendahului perintahku, tepat di sebelahku, ikut menatap hujan yang tampak mulai bosan. Lalu kita mulai bicara: tentang hujan, tentang lolipop, tentang cinta, dan tentang masa depan.

Kita bicara begitu lama, mengalahkan semangat rintik hujan yang mulai mereda.

Tahukah engkau? Pertemuan dan obrolan hangat ini yang aku butuhkan. Lebih hangat dari cokelat lezat di musim penghujan. Tanpa beban, tanpa penghakiman, yang memposisikanku sebagai manusia seutuhnya, bukan dewi, bukan ibu peri.

Hey, sang sepi itu hilang bersamaan dengan hilangnya awan kelabu di langit...

1 comment:

Baharuddin said...

Harapan y sangat manis..
May it happen..