September 28, 2010

Verona - Sang Kota Cinta

Verona – sebuah kota yang menarik perhatian saya setelah menonton Letters to Juliet (2010). Keberadaan “Secretary of Juliet” di kota cinta tersebut yang diangkat dalam film ini adalah sebuah fakta yang sangat menarik. Mereka adalah relawan yang setia membalasi surat-surat yang berisi permasalahan cinta yang ditujukan pada tokoh fiktif Juliet Capulet (dari kisah Romeo-Juliet karya pengarang Inggris William Shakespeare). Atas bantuan Mbah Google, akhirnya saya pun tahu kalau relawan-relawan seperti di film ini ternyata memang benar adanya dengan beberapa nama seperti "Club di Giulietta" atau "Juliet Club".

Kelompok-kelompok tersebut berdiri sejak 1980-an dan dibiayai oleh Kota Verona. The Juliet Club yang telah aktif selama bertahun-tahun berperan penting untuk mempromosikan Legenda Romeo dan Juliet sebagai image kota Verona yang menangani korespondensi dan menyelenggarakan berbagai event budaya di sana. Mereka secara sukarela membalas ribuan surat yang datang dari segala penjuru. Mereka menawarkan saran dan dukungan atau hanya sekedar mendengarkan perasaan para pengirim yang menceritakan tentang kisah cinta mereka.

Hmmm, sepertinya kota ini harus saya masukkan dalam Waiting List kota impian saya setelah London ;)

Sekilas tentang Verona

Verona adalah sebuah kota di Veneto, Italia Utara, Italia; salah satu dari 7 ibukota provinsi di kawasan tersebut. Kota ini berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Milan. Verona menjadi kota keempat yang paling sering dikunjungi di Italia dan merupakan salah satu tujuan wisata utama di Italia Timur Laut, berkat warisan artistik, beberapa pameran tahunan, pertunjukan, dan operanya.

Verona penting secara historis dan ekonomis berkat lokasi geografisnya, di lengkungan Sungai Adige dekat Danau Garda. Karena kedudukannya, daerah ini berulang kali menjadi langganan banjir hingga tahun 1956, ketika Saluran Mori-Torbole dibangun, memungkinkan 500 m³ air dari sungai tersebut dialirkan ke Danau Garda bila ada bahaya banjir. Saluran tersebut mengurangi risiko banjir dari 70 tahun sekali menjadi 2 abad sekali.

Dalam drama Shakespeare, rumah balkon ini merupakan tempat pertemuan Romeo dan Juliet, sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tua mereka karena kedua keluarga ini bermusuhan. Kini, Casa Di Guiletta dijadikan obyek wisata dan mampu menjadi daya tarik para turis. Apalagi di situ dibuatkan juga patung Romeo and Juliet dari tembaga yang mampu menambah kekuatan fantasi cerita percintaan tragis dua anak muda ini.

Rumah balkon tersebut menjadi salah satu situs pariwisatanya yang unik yang menurut legenda merupakan kediaman Juliet Capulet. Situs itu ramai pengunjung, terutama kaum perempuan. Sesuai tradisi, mereka menulis surat berisi pertanyaan atau curahan hati, dan “Juliet” akan membalas surat yang tertempel di tembok itu yang perannya dilakukan oleh Secretary of Juliet tersebut.

Keunikan Lain Kota Verona













Meskipun kisah Romeo dan Juliet merupakan fiksi romantis, namun kota ini dikemas dengan sejarah asli. Karena orang-orang Romawi kuno menganggap Verona sebagai tempat istirahat yang ideal sebelum melintasi Alpen, kota ini memiliki kekayaan reruntuhan Romawi. Di kota ini, bisa ditemukan Amphitheater Romawi ketiga terbesar di dunia yang berasal dari abad pertama Masehi dengan ukuran 138×109 meter dapat menampung sekitar 22 ribu penonton. Pada musim panas di tempat ini kerap diadakan pementasan opera, Dell’Opera Lirica.

Terdapat pula Tower Lamberti yang merupakan tower tertinggi di Verona yang dibangun pada tahun 1172, juga menjadi salah satu tempat yang tidak boleh terlewatkan jika kita berkunjung ke Verona. Bagi yang gemar berbelanja, langsung saja menuju Via Mazzini. Sebuah pedestrian street yang penuh dengan butik-butik bermerk terkenal papan atas.

Tempat lainnya yang juga menarik adalah Corso Porta Borsari yang merupakan salah satu area perbelanjaan elegan di Verona. Di sini, kita bisa berjalan-jalan sambil melihat sisa-sisa kota Romawi, relief abad pertengahan, dan facade tua indah yang tersebar diantara jendela-jendela toko mewah.
Dari Corso Porta Borsari, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Piazza Erbe, alun-alun pasar Verona. Tempat ini telah menjadi lokasi perkumpulan orang-orang sejak zaman Romawi.

Kini, Piazza Erbe adalah tempat bersantai bagi penduduk setempat yang memulai malam mereka dengan sebuah aperitivo (sejenis minuman beralkohol yang biasa dihidangkan sebelum memulai santapan). Piazza Erbe juga menjadi tempat berkumpulnya para generasi muda Verona yang biasa mengisi bar-bar. Selain bar, Verona juga memiliki restoran-restoran yang sangat baik.

Balai kota yang dikenal dengan sebutan Palazzo Barbieri terletak diseberang piazza, merupakan balai kota yang megah yang didirikan pada tahun 1883. Selain gedung balai kota, beberapa gedung tua yang berumur ratusan tahun pun dapat kita lihat di kota ini seperti Grand Guardia Palace, Palazzo Guastaversa yang merupakan hasil karya dari Sanmicheli, architect pakar yang beraliran Renaissance dan the Roman Amphitheatre, yang menjadi pusat piazza tersebut.

Sorot menarik lainnya dari Verona adalah evening passeggiata (jalan-jalan malam). Trotoar jalan yang lebar di Verona memungkinkan kita melihat pemandangan kota yang indah serta gaya hidup generasi muda di sana. Saat berjalan-jalan, kita juga akan menemukan kisah-kisah cinta kecil yang romantis.

Ya ampun, jadi sangat ingin punya kesempatan berkunjung ke kota ini!

*dikutip dari berbagai sumber dengan perubahan*

3 comments:

guguh said...

Chievo Verona F.C, dan Hellas Verona F.C
dua tim sepak bola kebanggan masyarakat verona
tambahan dari saya
ha..ha.. taunya cuma bola

creamy_cha said...

wah, makasih ya infonya kak...
baru tahu deh kalau ada tim sepak bola kebanggaan di sana :D

Yuliza's Blog said...

aku dah nonton film nya, film nya bagus banget....

Wah, andai kata verona ada di indonesia, dan ada sekretaasis juliette... wah.....