October 20, 2010

Bangsa Kita Memang Pelupa

Baru saja beberapa bulan yang lalu kita merayakan hari jadi negeri ini. Yah, 17 Agustus – momentum saat kita semua bicara tentang nasionalisme, patriotisme, dan kebanggaan menjadi ananda dari ibu pertiwi. Tapi seperti biasa; setelah hari itu, kita sudah lupa tentang harapan untuk bangsa ini, bahkan mungkin lupa bahwa kita sudah pernah merdeka.

Demikian pula dengan kasus Bank Century yang digantung begitu saja terhembus badai politik, kasus mafia hukum, mafia pajak, kasus BLBI, ataupun kasus korupsi yang pernah menghebohkan negeri. Sudah lupa, tuh. Sepertinya hanya menjadi konsumsi media dan hiburan bagi publik, yang nantinya juga terkubur sendiri dengan kasus-kasus baru yang silih berganti tanpa henti.

Atau ingatlah kembali dengan tsunami yang meluluhlantahkan daratan Aceh, atau gempa besar di Yogya. Sudah lupa tuh. Padahal, masih banyak sekali korban-korban bencana yang terlantar dan masih tinggal di barak-barak pengungsian. Tak terurus. (Tidak) sengaja dilupakan.

Yuk, naik ke atas. Semoga saja para wakil rakyat kita tidak lupa merampungkan PR Undang-undangnya setelah plesiran ke luar negeri atau bermimpi tentang gedung baru. Bagaimana tidak pesimis, sila-sila di Pancasila saja sering lupa.

Sudahlah, ngga usah jauh-jauh. Mari bercermin pada diri sendiri. Kita yang sering mengeluhkan banjir di musim hujan, sudah lupakah kalau kita sering buang sampah sembarangan?

Ya sudah. Hehe.

Semoga generasi ke depan punya memori yang cukup besar untuk tidak melupakan banyak hal.

Mirisnya, jangan sampai bangsa ini lupa kalau dia adalah bangsa Indonesia *ngikngok*


*Sebuah renungan tentang tabiat lupa dan kerinduan atas perubahan*

1 comment:

Baharuddin said...

mari ingat n perjuangkan kembali.hhe