October 28, 2010

Tentang Lupa

Aku tersadar; bahwa kini dan nanti, pertemuan aku dan kamu telah bernilai sangat langka dan mahal. Yang tak luput pula dari kelangkaan, sehingga tak bisa lagi kutemui kata kita, bahkan hanya jejaknya.

Kalaupun ada; kita hanya barisan huruf-huruf, tanpa aura, tanpa warna. Yang berdiri sendiri-sendiri, tak saling kenal, berpura-pura tak ingin menoleh karena gengsi atau lupa.

Lupa? Bagaimana mungkin kamu melupakan kenangan yang tertanam dalam memori begitu dalam? Kurang kuatkah aku mencengkeram saraf dan pembuluh darahmu?

Seperti daun, yang hijau sesaat lalu mengering – mati –terlupakan.

Aku dan kamu juga seperti daun, pernah hijau, pernah mengering, dan akan mati – tapi tidak terlupakan, mungkin hanya dilupakan. Yah, mungkin.

Aku merindukanmu diam-diam. Mengaku tak rindu, walau sebenarnya rindu. Dan membiarkan aku terlupakan, yah, mungkin dilupakan.

Bukan hal yang bijak jika aku atau kamu menyalahkan waktu yang membuat kita berjarak. Ataupun, menyalahkan jarak yang membuat kita tak lagi dekat, tak bisa lagi saling melihat. Padahal, sungguh jelas, hati kita tak berjarak.

Dan seperti yang pernah kutakutkan, waktu dan jarak memang membuat kita tetap ada. Ada, tapi, kita hanya barisan huruf-huruf yang membuatku terbiasa. Karena aku, kini, hanya jatuh cinta pada barisan huruf-hurufmu, gelombang suara, gelombang elektromagnetik, dan gelombang pikiranmu. Aku jatuh cinta pada benda matimu, bukan lagi kamu, yang hidup.

Aku tidak lagi rindu padamu – yang hidup.

Dan jika kita bertemu lagi, di tanah yang sama, detik yang sama, belum tentu getaran hati kita sama. Kita bersama dengan pikiran yang asyik berjalan di dunianya sendiri-sendiri. Lupa bahwa telah melupakan: tidak ada lagi kita.

Tidak ada lagi kita - kita yang terlupakan, eh mungkin, dilupakan.


*metafora untuk persahabatan dan kamu; ya kamu - pangeran tanpa nama*

1 comment:

Baharuddin said...

Beberapa hal dalam hidup ini ada yang tidk mungkin dilupakan.
Menjadi Arti yang BESAR.
Dan mungkin tidk pernah berubah.
Tentang Ingat.
Tentang Menunggu.
Arti Sepi.
Tentang Tawakal.