November 13, 2010

Aku dan Sayapku

Selama ini, aku tidak pernah tahu jika punya sayap. Atau mungkin aku yang telah lupa jika aku pernah punya sayap.

Aku melihat ke punggungku, masih ada sisa-sisa guratan patah di sana. Tak tahu karena apa.

Aku berusaha menegakkan kedua sayapku, mengepakkannya, tapi aku selalu gagal karena tidak paham caranya.

Aku ingin terbang, teman. Seperti kamu, terbang dari masa lalu.

Aku ingin menuju ke sana, teman. Melihat kehidupan dan bertegur sapa dengan angin yang malu-malu.

Tapi lihatlah sayap-sayap patahku – yang aku yakini tak ada luka di permukaannya – ternyata begitu berdarah.

Dan, butuh waktu yang tak dapat ditentukan untuk menyembuhkannya.

Jika suatu hari nanti, sayapku pulih lagi, tolonglah ajari aku menegakkannya kembali.

Janji?

No comments: