December 18, 2010

Masa Kini

Aku sungguh harus belajar untuk tetap berfokus pada hari ini, dan tidak merisaukan ketentuan yang terjadi di masa depan. Karena hanya hari ini yang menjadi hakku, bukan esok hari yang menjadi hakNya.

Karena memang hakikatnya apapun yang terjadi di masa depan: satu menit dari saat ini, satu jam dan satu hari berikutnya, dan satu tahun ke depan adalah ‘semua efek’ dari yang kulakukan dan tidak kulakukan saat ini.

Hidup itu memang pilihan: selalu ada banyak jalan yang terhampar di depan, selalu ada kesempatan untuk melakukan dan tidak melakukan, melanjutkan atau mengabaikan, dan menunggu atau mundur. Dan segala sesuatunya berujung pada arah dan akhir yang berbeda: bahkan akhir itu pun pilihan – walau ada beberapa yang telah menjadi ketetapan langit dan tak dapat dielakkan.

Aku ingin hidup dengan sederhana – dengan tidak selalu berekspektasi berlebihan. Hidup dengan penuh pengharapan untuk selalu bisa naik ke anak tangga berikutnya setelah menemui anak tangganya, bukan memikirkan bagaimana beratnya untuk mencapaidua anak tangga bahkan sebelum menemui anak tangga yang kutuju. Dan belajar membedakan antara optimis dengan obsesif – karena keduanya beda tipis.

Karena orang yang paling berbahagia adalah orang yang bisa mensyukuri apa yang dia miliki saat ini, bukan yang dimiliki orang lain, dan bukan yang diciptakan dalam mimpi-mimpi yang membuat risau dan kalut. Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa berjuang sepenuhnya pada hari ini, tidak menyesalii hari kemarin dan menghkawatirkan kenyataan di hari esok – karena kebahagiaan hari ini adalah benih abadi untuk kebahagiaan di masa depan.

Bahagia untuk memilih, bukan hanya menunggu dan berpangku tangan.

Bahagia untuk menerima, bukan hanya mengeluh dan menangisi keadaan.

Aku sungguh harus belajar untuk tetap berfokus pada hari ini, dan tidak merisaukan ketentuan yang terjadi di masa depan.

Jika aku takut aku tidak akan mungkin bisa bersama seseorang yang hadir di hidupku saat ini – pada akhirnya, aku mungkin tak akan pernah belajar: belajar mencintai. Belajar menghargai anugerahNya yang datang saat ini. Dan akhirnya kesempatan untuk bersamanya (yang ketentuannya telah tertulis di langit) tak akan pernah ada – bahkan sejak awal.

Jika aku takut tidak akan mungkin mencapai yang kucita-citakan, aku mungkin tak akan pernah belajar untuk menimba ilmu-ilmu itu – hingga akhirnya otakku kosong hanya diliputi keraguan. Dan akhirnya cita-cita itupun tak pernah tercapai.

Jika aku takut pendapatku tak akan pernah diterima, aku mungkin tak akan pernah belajar: belajar untuk bicara, mengungkapkan pendapatku, dan membuktikan segala sesuatu yang kuyakini saat ini. Dan akhirnya, aku pun tak pernah didengar.

Yang terjadi saat ini adalah berkah dari keberanian, ketakutan, harapan, dan rahmatNya – yang tak akan pernah bisa diulang atau ditarik lebih awal.

Aku sungguh harus belajar untuk tetap berfokus pada hari ini, dan tidak merisaukan ketentuan yang terjadi di masa depan. Sehingga aku bisa tersenyum pada kehidupanku, pada harapanku – bukan hanya pada keluh dan tangis yang menyiksa. Karena penyesalan terbesar datang saat kita tak pernah mencoba sama sekali – dan membiarkan diri kita selalu hidup dalam bayang-bayang ketakutan

Dan jika pada akhirnya masa depan yang kuinginkan itu tak pernah terealisasi – aku bisa belajar untuk tak perlu menyesal. Karena aku telah fokus, berjuang, dan mencoba. Sisanya adalah keputusanNya – Dzat Yang Maha Cinta dan Maha Mengetahui.



Aku sungguh harus belajar untuk tetap berfokus pada hari ini, dan tidak merisaukan ketentuan yang terjadi di masa depan. Dan bisa terus berucap: Terima kasih Tuhan, terima kasih untuk saat ini.



But I used to dream about,
the life I'm living now and,
I didn't think I'd miss those things from the past,
and I'm not afraid of leaving,
or letting go of what I had,
cause I realize that now there's no turning back.

Cause I'm caught living in a world filled with love,
so when tear drops fall from me like rain from above,
I can brush my troubles away,
know that deep down inside,
I got sun shining in my life.
(World Filled With Love - Craig David)