January 2, 2011

Kutipan Buku: Gelegar Otak

Saya menemukan buku yang bagus di perpustakaan DJPK, judulnya GELEGAR OTAK, karangan Tauhid Nur Azhar – seorang pendiri Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Buku ini menyajikan fakta-fakta menarik tentang otak dengan penyampaian yang unik dan sederhana, dan bagaimana menjadikan otak sebagai salah satu kunci kendali spiritualitas. Uhuy. Dari buku itu, saya kutip tiga fakta yang menurut saya paling menarik, hehehe, antara lain:





1. Mengapa wanita itu sangat rumit?

Hmmm, secara ilmiah, pria memiliki lebih banyak sinapsis di daerah lobus frontalisnya, sementara wanita memiliki lebih banyak selubung mielin. Apa implikasinya? Jumlah sinapsis menunjukkan adanya kecepatan transfer data biolistrik antarsel neuron di daerah frontalis seorang pria yang tinggi, sedangkan pada wanita distribusi data lebih merata dan proses insulasi atau pencegahan distorsi lebih sempurna. Sirkuit pengambilan keputusan antara pria dan wanita juga dipengaruhi oleh hormon reproduksi mereka masing-masing. Oleh karena itu, ada kecenderungan seorang wanita berpikir lebih lambat dan berdurasi lebih lama karena banyak variabel yang diolahnya,wanita juga menyukai detail, dan sering terbawa perasaan dalam pengambilan keputusan karena pengaruh hormon primer dan sekunder yang dikandungnya. Sementara pengambilan keputusan pria akan lebih kuat, cepat, dan bersemangat karena tingginya kadar androgenik dan minimnya selubung mielin di otak mereka. Gitu lho!


2. Mengapa wanita suka cokelat?

Cokelat mengandung feniletilamin dalam jumlah banyak. Banyaknya reseptor oksitosin dan feniletilamin pada otak wanita membuatnya ‘ membutuhkan’ banyak cokelat untuk menghadirkan sensasi kelembutan dan rasa mengasihi. Zat ini juga terdapat pada kismis, stroberi, kurma, dan penganan kecil lainnya yang disukai wanita. Juga ada tips, hindari mengajak makan ikan mas. Lho, ada apa dengan ikan mas? Pada otak ikan mas terdapat hormon skotofobin, yaitu hormon yang menimbulkan sensasi ketakutan. Jika dikonsumsi oleh manusia, akan membawa efek gelisah dan tidak tenang *ngek*.


3. Kenapa saya fobia kecoa?

T.T *huks* (untung nemu gambar kecoa yang lumayan, eeehm, lucu).

Ada dua hipotesis ajaib yang dapat mendekati kebenaran. Yang pertama, rasa takut pada kecoa adalah fobia massa dan diturunkan. Yang kedua, di dalam tubuh kita sudah terdapat GEN TAKUT KECOA. Terdapat semacam struktur dan system memori yang diwariskan dari satu generasi ke generasi ebrikutnya. Bisa dalam bentuk protein, bisa pula dalam bentuk sekumpulan gen yang aktif yang siap menyandikan atau mengekspresikan protein-protein ingatan khusus takut kecoa. Namun, kemungkinan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah adalah kemungkinan yang mengacu pada teori neurotransmitter dan proses belajar. Begitulah kira-kira *sigh*


Ada satu quote bagus yang saya dapat dari buku ini:

Ada dua kriteria orang bodoh, pertama adalah orang yang tidak pernah mengasah otaknya dan yang kedua, adalah orang yang tidak sadar bahwa potensi otaknya mampu mengubah dunia menjadi lebih baik!

*jleb jleb jleb* -____-

No comments: