January 29, 2011

Sepercik Kisah dari Jalanan #2

Ya, hidup kita memang bergantung pada banyak orang, langsung ataupun tidak langsung. Jika dipikir-pikir, kita sangat terbantu oleh orang-orang dengan pekerjaan-pekerjaan sederhana dan yang dianggap rendah oleh beberapa orang di luar sana. Pemulung, misalnya, bayangkan banyaknya sampah-sampah plastik yang ada di jalanan ataupun di sungai jika tidak ada orang-orang seperti mereka. Ataupun tukang angkut sampah, tukang parkir, penjaga palang rel kereta api, para office boy di kantor, cleaning service, ataupun sopir angkutan umum. Bayangkan saja bagaimana hidup kita tanpa adanya mereka.


Perjalanan pulang selalu membawa banyak pelajaran – lebih menghargai orang lain, salah satunya, ya menghargai orang-orang dengan profesi seperti mereka yang sungguh sangat berjasa besar. Mereka yang harus terhalang waktu sholatnya, mungkin, untuk bisa membuat kita nyaman, mengantarkan kita ke tempat tujuan, ataupun harus jauh dari keluarga untuk memperjuangkan hidupnya. Tapi, itulah hidup dengan segala konsekuensinya, dan derajat mereka jauh lebih tinggi daripada orang-orang yang malas ataupun hanya ingin meminta-minta.

Sesekali pintu hati saya terketuk, malu. Mereka –dengan pekerjaan sederhana dan pendapatan yang mungkin belum selayaknya – bisa sangat berdedikasi dengan profesinya. Sementara saya yang sudah dianugerahi nikmat ini? Masih sering mengeluh.

No comments: