January 7, 2011

Saat Pulang

Salah satu hal yang membahagiakan di hari kerja adalah suasana saat pulang.

Aku selalu suka mengamati rona-rona bahagia orang-orang yang berjalan menuju ke arah yang sama, berlarian mengejar angkutan, dan saling menyapa hangat melambaikan tangan. Lalu aku biasanya duduk di bangku mikrolet paling sudut untuk membiarkan mataku tertutup sejenak, membolak-balik buku yang selalu menginap di dalam tas, atau melupakan macet yang meradang dengan mendengar suara mama dari telepon genggam. Lalu aku pun bercerita tentang rutinitasku hari ini, tentang kecewa, dan tentang harapan. Dan beliau selalu menanggapi dengan riang, dengan bijak tanpa pernah merasa bosan.

Suasana pulang memang istimewa karena aku selalu bisa menikmati senja – karya Tuhan yang selalu indah. Aku selalu tergila-gila dengan pemandangan langit jingga dari balik kaca yang samar-samar tertutup kepulan-kepulan asap berbau timbal atau tembakau dari knalpot dan mulut-mulut manusia, lalu aku pun terbius oleh khayalanku sendiri.

Saat pulang, aku belajar kehidupan. Ada pengamen cilik jalanan yang menyanyikan lagu yang sama setiap hari dengan suara sepotong-sepotong dari angkutan ke angkutan, lalu menengadahkan tangannya dan turun sambil mengeluh dengan gumaman yang sama. Ada pria penjual tissue dan masker yang sabar sekali menjajakan dagangannya. Dan juga ada cerita-cerita tentang hidup yang bisa kita lahap gratis setiap hari hanya dengan mendengar obrolan-obrolan dari penumpang yang duduk di samping ataupun dengan melihat wajah-wajah lelah dari para pekerja ibukota.

Ya, salah satu hal yang membahagiakan di hari kerja memang suasana saat pulang, melihat jarum jam tepat di angka dua belas mendorong jarum pendek berhimpitan dengan angka lima, mengantri di depan mesin absensi, dan menyambut kebebasan. Dan teruntuk akhir pekan, kebahagiaannya dua kali lipat! :)

No comments: