January 2, 2011

What if?

What and If are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life: What if? What if? What if? (Letters to Juliet).


Ya, seandainya.


Kenyataannya, jatuh cinta memang tak semudah itu. Terkadang, engkau harus menggadaikan perasaanmu sendiri demi kenyamanan, opini, dan kebahagiaan orang lain. Sedih? Ya.


Hum, seandainya.


Kenyataannya, hidup, cinta, dan perjuangan memang tidak selalu menjanjikan kebahagiaan. Tapi, hidup dengan bebas – dalam arti dengan yang kita yakini saat ini, bukan yang orang lain yakini – adalah yang kita impikan, dan harganya memang sangat mahal. Sedih? Tidak.


Kenapa?


Karena aku sudah memilih berhenti menyebut kata ‘seandainya’ dan mulai berbahagia saat ini.


Bahagia? Ya!


Hey, life. Thank you for everything. Wanna proof that I’m happy? Let me give my smile, double! :))

No comments: