February 1, 2011

Rumus Bahagia

Kebahagiaan itu sederhana.

Hari ini aku kembali membuktikan hal tersebut. Rumus utamanya, kita bertanggung jawab pada kebahagiaan dan suasana hati kita sendiri. Maka, aku pun belajar hari ini.

Kebahagiaan itu dimulai dengan menyingkirkan sedikit saja keegoisan, mau beranjak dari tempat duduk, menutup jendela mozilla firefox, dan menonaktifkan handphone beberapa menit. Lalu kau mencari pembolong kertas, mengumpulkan tumpukan dokumen yang tak terurus selama bertahun-tahun, menyortir dan membundelnya dengan perlahan, lalu menyusunnya kembali ke dalam lemari.


Dan kau lihat bagaimana senyum-senyum itu mengembang; baik yang tampak maupun yang tidak. Dan aku pun ikut tersenyum melihat sang lemari sudah bisa bernapas dengan lega.

Karena hal-hal besar dimulai dari hal-hal yang sederhana, dari beberapa lembar kertas yang tak kau anggap berharga tapi berdampak pada proyek milyaran rupiah, atau lemari yang enak dipandang di sudut ruangan, dan segala sesuatunya akan membuatmu percaya bahwa ini adalah proses menjadi layak.

Aku akan membuktikannya lagi besok. Dan besok. Dengan cara berbeda, tapi masih, rumus yang selalu sama :)


*terima kasih buat sang pemberi rumus yang bersedia mendengar keluhanku di saat-saat tak wajar, dan buat mbak Theresia Ratri Widyastuti atas motivasinya – pembelajar yang luar biasa*

4 comments:

Widya said...

Ichaaa,
ya ampun jadi terharu
Makasiii ya, Sayang
Semangat yaa!
Hmm, bnr Cha, bahagia itu sebenarnya hanyalah soal kita mau apa nggak
Keputusan ada di tangan kita sendiri
:)

'IcHa' said...

kebahagiaan itu memang sulit kalo yg dicari yg jalannya sulit, tapi kalo yg sederhana juga gampang mencapainya yaa... ;)

Btw, i'll try your simple tricks with the handphone :P

abang penjual kopi said...

n/ikhlas= ∞

creamy_cha said...

@mbak wiwid: makasih juga ya mbak, selalu mau dengar curhatan icha :) :) tetep berusaha! yay!

@kak icha: hehe, try it kakak :D