March 15, 2011

Chubby!

“Emangnyaaaa gampang!”

*boleh dong ya sekali-sekali saya ngomel begini*

Postingan blog kali ini sebenarnya agak mendekati curhat, iya deh ngaku: memang curhat. Baiklah, ini adalah curhat seorang perempuan berdarah Arab dengan karakter yang membingungkan dan kelebihan yang sangat jelas di bagian pipi, alias CHUBBY! Bahkan nama saya pun juga sering diplesetkan jadi iiiii-chaBBY! *maksa bener*

Saya punya banyak cerita tentang diet yang tak pernah berujung dan tak pernah berhasil. Maklum, benang merah pertumbuhan pipi ini sudah saya miliki sejak lahir, olalaaa. Saya mulai kenal diet sejak SMP! Dan gesit-gesitnya waktu sudah menduduki bangku kuliah. Di tingkat I, diet saya berhasil dengan sukses, karena saya benar-benar menyiksa diri, alias makan sehari sekali dengan nutrisi yang sangat minim, ditambah harus berhadapan dengan manajemen keuangan yang buruk dan stress yang sangat tidak sehat di fase-fase awal menjadi anak kosan. Uhuuuy, itu adalah moment-moment paling ‘ringan’ saya, dan konsekuensinya saat pulang ke rumah saya disuruh makan yang beneeer karena saat itu saya dalam keadaan sangat kurus dan pucat plus muncul bibit-bibit gejala maag.

Karena turunnya cepat, naikknya pun cepat: dan agaiiiin, saya punya ‘bantal’ lagi, alias chubby lagi – sampai sekarang!

Dasar wanita, saya masih belum menyerah. Aaaah, saya juga pernah mencoba diet 13 hari tanpa nasi, tapi kalau di hari kesekian kita melanggar menu yang sudah ditentukan, harus balik lagi ke hari pertama. Ooooh, saya gagal di hari ke-7 karena saat itu sedang makmur-makmurnya alias banyak traktiran. Aduuuh, mana enak kalau ditolak, dan mana tahan?!

Gagal deh! Sekarang mah diet saya angin-anginan, alias tergantung mood. Kadang makan, kadang nggak. Kadang aerobik, kadang jogging, tapi kalau sudah capeee luar biasa ya mending tidur di akhir pekan. Dan, karena saya sudah punya gejala maag, jadi nggak bisa lagi diet-diet ekstrim seperti dulu. Mungkin bener kali yaa, sayanya aja yang kurang bersyukur, seperti kalimat begini: “Aduuuh, dititipin tubuh yang bagus kok malah disiksa?”

*JLEB*

Nah, mulai sekarang kalau banyaaak sekali yang heboh dengan berat badan saya yang kembali seperti semula, pipi yang nggak bisa tirus, atau berteriak-teriak ngelihat saya yang nggak sekurus dulu bukannya menanyakan kabar setelah sekian lama nggak ketemu, please deh, emangnya gampang?! Gue aja nggak ribet, kenapa elo yang ribet?! Emang gua nggak usaha? *hedeeeh*

Syukurlah yaaa, saya nggak jatuh cinta sama pria yang pingin saya sekurus manekin atau siapapun itu. Kasian banget ya kadar cintanya cuma sebatas ukuran lingkar pinggang doang! :p

Jadi inget percakapan ini:

Me: “Kapan ya pipiku hilang?”
Him: “Lho, kalau hilang cacat dong!”
Me: “Maksudnya jadi tiruuus”
Him: “Kalau tirus bukan Icha lagi dong!”
Me: “Tapi tirus kan cantik :’( dan ga akan diejek orang-orang”
Him: “Emang standar cantik itu harus selalu sama?”

*JLEB*

Sekarang yang penting adalah menjaga kualitas makan dan dengan orientasi bukan untuk kurus tapi untuk sehat. Karena saya chubby, saya sehat, dan saya bahagia!


Dan pelan-pelan saya pasti kurus lagi! Lho? *dasar wanita* :p

8 comments:

Dee dan Secangkir Kopi said...

setujuuu Cha..
aku malah ada yg pernah bilang gini: "Dee, kamu tuh belum punya anak, belum punya suami aja badannya udah segituu, apalagi klo tar udah....."

hmm..
dari kata orang itu, aku justru semakin sadar, "klo ada orang yang nggak suka dengan ke-Chubby-an kita, itu adalah masalah hati orang itu. bukan masalah kita!"

itulaah, makanya sekarang aku pengen bike2work..
teuteup yah, namanya juga wanita
hahaha
;)

Widya said...

yakkk tullll
yang penting sehat!
cantik kan relatif
ntar klo km dah gag chubby lagi dibilang,,,eh kok kurus,gag seger,,,bagusan dlu
eaaaaaa!!! :P

belleprincesse said...

Ya ampun, kaya gini aja icha udah cantik koq.. :D

Disyukuri aja, ada banyak wanita nyaris-gizi-buruk sepertiku yg jungkir balik pengen gemuk tapi ga bisa-bisa.

Tau ngga yg aku kuatirkan dari tubuh kurus ini?
Aku bakal susah melahirkan normal (kelak kalo udah nikah nanti) karena lingkar panggul yang terlalu kecil.
Kan bisa membahayakan nyawa juga pas proses melahirkan.. :(

Saking pengennya gemuk, segala macam lemak ngga sehat aku makanin termasuk junk food. Akhirnya malah divonis kolesterol sama dokter. :(

*jiah, malah curhat*

Intinya, ga selamanya gemuk itu menyedihkan syg.. :)
Kekurangan bagimu bisa saja merupakan hal yang diidam2kan org lain..
*jiah, curhat lagi*

Lagipula kan ngga perlu musingin komentar orang lain, toh orang-orang yg sayang sama icha mau nerima icha apa adanya.. :)

creamy_cha said...

@dee: ya ampun, kayaknya icha ga pernah lihat dee ga kurus -___-

iyaa, itu masalah hati orang, bukan masalah kita :D

uwoo, senengnya bisa naik sepeda T.T

@mbak wid: sekali2 harus bisa menikmati hidup tanpa terlalu banyak mendengar komentar orang ya mbak :D

@fiqah: komen curhat ini benar2 membuka mata :'(

Semua itu awalnya memang dari syukur ya, toh kita nggak pernah ada yang sempurna :(

Smoga kita sehat dan bahagia selalu ya fiq :* hati2 ya dijaga kolesterolnya :)

belleprincesse said...

hahaha, diet ngga papa koq syg, asal caranya bener..
Nggak usah yg ekstrim-ekstrim, biar tetep sehat dan cantik.. :D
aku pernah koq iseng2 googling artikel tentang diet sehat.. heheheh..

sama2 cha, yuk mari sama2 jaga kesehatan.. :D

creamy_cha said...

@fiqah: iyaaa, masih terus berusaha kok :) tapi insya Allah harus lebih sehat dan banyakin olahraga :)

kunci semua diet itu hanyalah menjaga suasana hati dan KONSISTEN, hehe

Ndutyke said...

Some people need a new body (probably).
Some others need a new personality or a free course at John Robert Power (those people with the 'warm' greeting such as: "eh lo lama gak ketemu, tambah chubby yaaa?)

Jawab aja deh : "yakale, lo lama gak ketemu g tambah ngeselin aje, hehehe...."

Salam kenal. Maap aku malah ngajarin yg gak bener, hihihi...

creamy_cha said...

@ndutyke: hihi, ketawa aja kali yaa :)