March 16, 2011

Hakikat Pintu

Mari kuceritakan sejenak tentang hakikat pintu.

Tak ada yang bisa menjamin bahwa kau bisa tenang berada di rumahmu setelah kau berikan kunci emas itu kepada sebongkah percaya, lalu kau tutup pintunya. Kau tidur dalam selimut harapan bahwa kunci itu aman dalam penjagaannya dan hanya dia yang bisa bebas masuk ke dalam rumahmu tanpa perlu ketuk pintu dulu.

Dan kau pun bahagia – berlari-lari saat dia datang dengan sebungkus oleh-oleh di saat pulang. Mungkin sebatang lolipop, selembar roti kering, ataupun jika hari itu istimewa – dia akan membawakanmu air mata atau tawa yang lebih mahal dari hadiah-hadiah yang pernah ada.

Ini perihal waktu: kau tak bisa menduga siapa yang telah lewat di depan pintumu, mengintip ataupun berjinjit seraya mencari tahu.

Dan kau tak sadar bahwa beberapa telah meniru lubang kunci di pintumu, dan membuat yang sama – duplikatnya. Hingga kunci emasmu tak lagi hanya satu.

Atau mungkin saat kau lalai, pintumu terbuka tak sampai separuhnya, dan kau tak curiga bahwa ada yang masuk diam-diam – membawakanmu secangkir cokelat hangat di kala hujan. Tiba-tiba kau merasa bahagia. Lebih.

Dan pada akhirnya kau akan menyesal telah meragukan yang seharusnya - tapi tak mampu kau syukuri.

Yang menyayangimu dengan tak sempurna, tapi NYATA.


Ragu itu semacam rayap.

Maka jaga baik-baik pintumu, jika tidak, kau akan menyakiti banyak orang – termasuk dirimu sendiri, juga rasa bersalahmu.

Dan ini yang terburuk: sebuah kehilangan.

***

*tulisan ini didedikasikan untuk sebuah pintu yang sangat rapuh - bernama HATI*

6 comments:

Naajmi Maspupa said...

sangat suka bagian ini :

" Yang menyayangimu dengan tak sempurna, tapi NYATA."

daisy said...

icha juara deh kalo bikin galau. hehehe :)

creamy_cha said...

@naajmi: terima kasih naajmi :)

memang demikian, bukan :)

@daisy: waduh, hehe. Blognya kamu lebih galau :D

Mufti said...

waduuh nih bagus bgt....perlu konsentrasi bacanya....untuk dapatkan entu PEmahamAN......

Mufti said...

dan iringi lagu..' JagALah H a T i Jgn kau n Odai ..dst...

creamy_cha said...

@mas mufti: hehe, makasih mas :D