March 9, 2011

I'm Learning to Love Me More

Mungkin, ini terdengar klise.
Tapi, salah satu kebahagiaan sederhana yang sangat langka dalam hidupku adalah saat aku bisa berjalan dengan kepala tegak, percaya diri, dan modal utama – aku mencintai diriku sepenuhnya.

Jika mereka bilang bahwa fase menemukan jati diri adalah di usia belasan – menurutku, tidak demikian – aku menjadi diriku di usia dua puluhan. Tepatnya, setelah lulus dari perkuliahan dan aku bisa lepas dari penjara yang meniadakan pilihan.

Setiap orang punya fase terbaik dalam hidupnya, dan aku akan menyebut fase itu adalah masa kini. Karena aku bisa mengganti sudut pandang berpikirku, aku bisa mematangkan rencana dan strategi masa depan, dan berkonklusi bahwa hidup tak boleh datar. Itulah mengapa ada kata ‘mencoba’ dan ‘belajar’. Hingga akhirnya aku sadar bahwa perfection is boring, we need it, but when it’s too much, it kills you.

Dan kebahagiaan sederhana itu terjadi kemarin, saat aku merasakan hal-hal pertama, yah serba pertama dalam hidupku. Saat kita berlari-lari, menikmati tanggal 6 Maret 2011 tanpa rasa takut dan kalut.


And finally, I just can say: thanks for everything that so real. I'm gonna love me more - and you, of course.

* Hanya Allah yang bisa membalas :) *

No comments: