March 14, 2011

Kultwit: @chabadres vs. @dCyAzura

Kemarin adalah akhir pekan kedua saya dan Deasy Mayasari – sahabat merangkap konsultan pribadi, hehe – mengisi kegalauan Sabtu malam (bukan malam Minggu :p) dan Minggu pagi yang sendu dengan berbalas kultwit . Yah, lumayan menyenangkan dan bermanfaat, karena selain bisa meningkatkan kemampuan menulis di negeri 140 karakter yang bikin cenat-cenut (dan serasa jomblo :p), juga bisa bikin saya jadi mengharu-biru-pilu-curcol-gila-gilaan-sampai-pingin-makan-bantal karena temanya sangat dekat dengan pengalaman hidup sehari-hari, yah apalagi kalau bukan si rinai hujan merah jambu di bawah pelangi jingga (halah) alias amor atau tresna. Iya deh, sederhananya: cinta!

Dan, dudidudidam…

Berikut adalah kumpulan kultwit selama 2 episode yang saya kutip dari tumblr sahabat saya:

Episode 1: Tentang Kehilangan

kehilangan itu tak semudah melepaskan gelembung sabun dari selongsong tembaga.Terbang dengan ringan, perlahan, tapi tetap saja - rapuh.
Melepaskan itu tidak sama halnya seperti roket yang diluncurkan ke angkasa. Melesat dengan cepat lalu hilang dari pandangan mata.
aku tahu bahwa sedih pun ada kadaluarsanya. Jadi percayalah, aku akan baik-baik saja. Sebaik aku terbiasa dengan kata searah & sesaat dari laci hatinya.
Saat aku berkata semua baik-baik saja, sebenarnya hatiku tidak. Aku hanya tidak ingin meraut lebih tajam luka yang mematahkan kata ‘kita’.
kata ‘kita’ itu seperti rindu yang menikam semesta. Seperti tanda seru yang memaksa diam. Asal tahu saja, aku tak bahagia dihadiahkan kenangan.
Sepotong kenangan yang kau tinggalkan selalu berhasil membuat mata ku basah, tapi aku tetap bahagia karena jejakmu masih tertinggal disana.

mungkin ini sesederhana lipatan takdir. Merayap mengingat jejaknya itu seperti mengecap rasa pahit. Pahit yang membuat candu. Sakit
mungkin juga cinta sudah lelah singgah di lubuk hatinya. Ah, haruskah ada kata lelah setelah semua duri berhasil kita lalui.
ah, cinta. Seperti kupu-kupu yang bergerombol singgah di perutku. Mungkin alasannya sederhana. Aku hanya ada d laci hatinya. Bukan relung atau palung.
Dan mungkin karena itu juga aku harus rela melepaskan, seperti anak kecil yang menerbangkan layang-layangnya lalu putus tertiup angin-sedih namun lepas.
***

Episode 2: Tentang Rindu

Ketika dongeng malam tak mampu lagi merapatkan diri ke dunia mimpi saat itu lah rindu telah hadir mengetuk-ngetuk jendela hati.
Dan rindu itu menyerupa rinai hujan. Setetes, setetes. Pelan. Mengetuk jendelamu. Menjelma kalut dan air mata.
Ah, mata ku mulai berkabut seiring derasnya hujan yang menumbuk bumi. Tapi jelas ku lihat sosok mu menari dalam keheningan ini.
Rindu itu bagai menghisap tembakau. Kau menikmati sensasi yang membwtmu sakit. Lantas dlm heningmu itu, apakah kau jg mengingatku?
Pikiranku menerawang jauh menyusuri setiap liku memori yg terukir di dasar ingatan. Aku menikmatinya, ada rindu di sana.Tapi apakah kau juga masih mengenangnya?

Kenangan itu setajam pisau. Mengingatmu seperti menatap kepedihan. Kau itu serupa kesedihan, tak tergapai.
Ya, tak tergapai oleh pelukku lagi. Kau seperti fatamorgana, terbentuk jelas tapi kosong. Membuat riang tapi sesaat.
Hai kamu, boleh aku letakkan rinduku dalam titik nol itu? Aku bahagia walau hanya mencintaimu hari ini, sesaat. Walau tak selamanya.
Dan relakanlah aku membungkus rindu ku dengan pita biru lalu menguncinya dalam peti bertuliskan namamu.
"Seberapa besar kamu merindukanku?"| "Sebesar aku merindukanmu". Karena tak ada yang dapat menyetarakan rinduku, selain rindu pada semua hal tentang kamu.
Ah kamu, merindukanmu membuat seluruh darah ku berdesir. Muka ku memerah. Malu, tapi aku menyukainya, sungguh!
Sungguh. Jika di dunia ini ada dusta yang diizinkan, boleh aku mengaku bahwa aku tak pernah merindukanmu? Dan ini klimaks.
Ya klimaks. Dan kau tau akhirnya kita tak lagi bermain dalam nyata, hanya fana. Rindu ini pun tercekat dalam asa. Sirna.
Fana ini sebuah kegagalan, bukan karena kita tak saling merindu. Tapi, karena rinduku yang terlalu raksasa dan rindumu yang terlalu biasa. Biasa tanpa aku.
***

Semoga episode-episode berikutnya bisa bikin tema yang lebih ceria dan berbahagia deh! :D

No comments: