April 12, 2011

La Tahzan

Kondisi ini laksana huruf M – kita berada di tengah-tengah deretan alphabet yang ditopang dengan dua garis vertikal sejajar dan saling bertolak belakang.

Aku sadar,diam terjebak di dasar, dihantam oleh kedua tiang pancang yang sama-sama melangkah ke arah diagonal. Lagi, tepat di tengah-tengah.


Berada di tengah-tengah itu tidak menyenangkan.

Aku berusaha berjinjit untuk mencari jawaban, kiri, kanan, dan aku – semua hanya bisa geleng-geleng.

Aku ingin keluar dari zona yang membuatku terhimpit, menjerit, sakit dan aku seperti balita yang renta di antara orang dewasa yang membuatku bertanya-tanya.

Kenapa?

Tak tahu, tak tahu, tak ada yang mau memberi tahu.

Karena memang tak butuh alasan, layaknya untuk dicintai – demikian pula untuk dibenci.

Tetaplah tegak, karena aku adalah huruf F – berdiri menopang dua beban yang tak seimbang dengan satu kaki. Tak boleh goyah, tak boleh.


La tahzan, innallaha ma’ana.


*didedikasikan untuk jiwa yang lemah dan kalut - itu aku*