April 11, 2011

To Be Together

Some people are meant to fall in love with each other, but not meant to be together.


Boleh jika aku tak sepenuhnya setuju?

Karena sungguh tak mengapa, jika makna bersamamu itu hanya berkisah beberapa menit – saat kita menikmati sekerat roti gandum dengan selai strawberry, mengunyah pelan-pelan, sengaja agar kamu atau aku lebih betah berlama-lama, bercerita tentang hari yang biasa-biasa saja atau tentang aku juga tentang kamu dan mungkin tentang impian masa depan yang hanya bisa kita goreskan dalam diam.


Barangkali, makna bersamamu itu hanya seukuran beberapa jengkal – saat kita menghirup teh di udara terbuka sambil menatap langit atau bongkahan awan. Dan kita sadar bahwa matahari tak kemana-mana, dia hanya suka ngumpet di balik mendung, pura-pura tenggelam ke samudera, atau berbagi tugas dengan rembulan, karena dia tetap di tempatnya dalam putaran yang konsisten di sumbunya. Begitu juga denganku – yang mungkin tak pernah bisa bersamamu lebih dari setengah rotasi bumi – tapi aku tetap diam di tempatku, hanya suka ngumpet agar kamu mencariku, pura-pura tak mampu di balik kemandirianku, atau berbagi senyum denganmu, karena sebenarnya aku tak pernah kemana-mana, tetap tidur dengan nyenyak di balik selimut hatimu.


Kita berdua tahu bahwa bersamamu adalah sesuatu yang sudah diatur – tetapi bahagia adalah pilihan. Dan bahagia karena jatuh cinta padamu juga sebuah pilihan entah pada akhirnya kita akan bisa melompat menuju titik yang sama itu. Mungkin, dari sekian banyak lompatan, aku pernah jatuh, atau kamu yang lunglai, hingga kita terpisah karena persimpangan yang membuat kita berbeda arah atau hujan deras yang memaksaku untuk berteduh tetapi kamu tetap jalan terus. Sekali lagi, itu sudah diatur.

Tapi, untuk detik-detik bersamamu yang berulang-ulang ini – aku sudah cukup bahagia. Mari, biar kupilin satu-satu, karena tak ada yang tahu akhir dari setiap hidup, bahkan pertengahannya, bahkan apa yang terjadi esok hari, atau satu detik kemudian.


Mari, biar kupilin satu-satu agar selimut hatimu menjadi tebal. Dan, agar aku siap. Ya, siap pada ketentuan yang bercabang: bersamamu atau bersamanya – yang entah siapa.

No comments: