May 21, 2011

Aku Berandai-andai Saja

Bagaimana rasanya menempati hati yang pernah ditempati oleh orang lain?


Aku berandai-andai saja.

Rasanya mungkin seperti baru pindah rumah yang telah ditinggalkan penghuninya – entah dengan baik-baik atau tidak, dan entah dengan alasan sudah menemukan yang lebih nyaman atau memang terpaksa dan dipaksa meninggalkan karena kau lalai atau tak mampu memenuhi kewajiban.

Kau akan masuk dengan perasaan berbunga-bunga, mengamati segala sesuatu dengan pupil yang membesar karena takjub dan bahagia. Di sana masih banyak tergantung kenangan, yang pelan-pelan harus kau cabut satu demi satu – dan ada beberapa yang tak bisa kau lepas karena terpaku terlalu erat dan palu yang kau punya tak cukup kuat, atau memang disembunyikan pemiliknya karena memang tak mungkin terlupa.

Atau kau akan melangkah dengan perasaan takut – teringat hal-hal tidak menyenangkan dari rumahmu yang sebelumnya atau tetangga-tetangga yang mengamatimu dengan rasa curiga. Di dalam, kau temui dinding-dinding lembab yang harus kau cat ulang karena tak terurus, atau taman gersang yang dipenuhi semak. Tapi karena ini rumahmu, maka kau harus dengan senang hati mendekorasi ulang ruang tamunya dan menanam bunga yang bisa membuat semerbak saat menyambut sang pemilik pulang.

Lalu bagaimana rasanya?

Tergantung - siapa pemiliknya dan bagaimana engkau menempatinya.

No matter what, no matter where, it's always home, if love is there.

Karena setiap orang punya hak untuk moving on: menemukan dan ditemukan, atau bertahan.

Sekali lagi, aku berandai-andai saja.

No comments: