May 25, 2011

#1 Self Note

"Bila kita tak mencintai pekerjaan kita, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila kita tak bisa mencintai rekan-rekan kerja kita, maka cintailah suasana dan gedung kantor kita. Bila kita juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dan ke tempat kerja kita. Namun, bila kita tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa kita cintai dari kerja kita: tanaman penghias meja, cicak diatas dinding atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja" - Kutipan Bijak


And of course it really boosts up!


Dan untukku (tanpa mencoba sok bijak dan tidak galau :P), menciptakan kebahagiaan saat bekerja adalah dengan menemukan apa yang kau sukai - salah satunya, you can have style! Kau bisa mengenakan pakaian-pakaian kerja yang lucu, heels dan blush on yang dulu tak pernah kau sentuh (errr, time changes), parfum isi ulang dengan aroma ini itu, pita yang menggantung di pinggang atau bahu (I love ribbons!) dan hal-hal lain yang bisa membangkitkan moodmu (yeaaah, bangun telat, macet parah, dan jilbab kusut di bagian lipatan yang harus disetrika ulang adalah 3 hal yang selalu sukses mengerutkan mood di pagi hari dan harus dihindari). Mood positif dan penampilan yang membuatmu riang ini bisa meningkatkan performa pada pekerjaan. And it does work!

Sebenarnya, semua itu masalah waktu.

Seperti yang pernah saya tulis di Curhat Anak Magang, saya adalah orang yang butuh proses untuk belajar nrimo, tapi setelah 7 bulan bekerja – fase adaptasi telah usai, dan semuanya jadi lebih mudah. Ingat saja berapa banyak orang di luar sana yang menganggur dan memperebutkan kursi yang sedang kau tempati, hal-hal yang bisa kau beli dengan penghasilanmu sendiri, pengalaman yang bisa kau peroleh, karier yang bisa kau bangun dan menjadi titik loncatan, kebanggaan orang tua yang terharu saat mengingat anaknya dan mendoakanmu di setiap sujudnya, bagian dari APBN yang dipercayakan penduduk Indonesia untuk mengalir ke rekeningmu setiap bulan, dan signifikansimu terhadap perubahan, nama baik instansi, dan kualitas pelayanan untuk Negara (sekecil apapun tugas itu) ternyata berefek luar biasa – layaknya efek domino yang saling beruntun dan saling berpengaruh!

Tidak ada alasan untuk tidak mencintai pekerjaanmu.

Terdengar klise, tapi memang demikian. Dan, kini ada begitu banyak hal yang membuat saya jatuh cinta pada tempat ini; seperti roti cokelat dalam kotak bekal, kegiatan menebar senyum dan menyapa ‘selamat pagi’, pegawai-pegawai yang lucu dan menginspirasi, teman-teman seperjuangan yang saling menguatkan, tertawa, dan memotivasi, buku-buku di perpustakaan, tausiyah di pengajian pagi, waktu yang kau curi untuk sesekali blogging, browsing, atau blogwalking, para office boy yang baik hati (terkhusus Mas Priyo dan Mang Jaja), kerupuk renyah di ruangan, langit violet dari kaca jendela, buah-buahan yang dijajakan di Kampung Melayu, sms di setiap sore yang mengabarkan ke orang-orang yang saya cinta bahwa hari ini saya bahagia dan melakukan hal-hal yang berharga, dan kebahagiaan melimpah di awal bulan dan di akhir pekan – yang mana semua ini meyakinkan saya bahwa pekerjaan ini adalah nikmat yang luar biasa indahnya – dan harus dijaga.

Karena, pada intinya, bekerja adalah ibadah. Mencintai pekerjaan berarti mencintai Allah dan tidak menyia-nyiakan nikmatNya :)

Dan saya selalu ingat doa ini:

“Ya Rabb, tetapkanlah hatiku, berkahilah pekerjaanku, dan jauhkanlah hamba dari hal-hal dan orang-orang yang menjauhkanku dariMu”

Amin.

Smoga sharing iseng-iseng ini bermanfaat! :)

Bekerja dengan rasa cinta, bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu,seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak - Kahlil Gibran


*self note; beberapa hari menuju Juni 2011 – menunggu penempatan definitif*

2 comments:

Unik Hanifah Salsabiila said...

hmmm...nice post mbak..kita memang harus mensyukuri banyak hal yg ada di hadapan kita meski terkadang hati tak ingin...
kunjungi balik blog aku ya mbak..dan tinggalkan komen indahmu dsna...
salam persohiblogan...

creamy_cha said...

karena terkadang titik ternikmat dalam hidup itu adalah saat kita bersyukur dan merasa cukup :)

salam persohiblogan juga hanifah :)