June 27, 2011

Equillibrium

“Pria berusaha sangat keras untuk mendapatkan, dan setelahnya, wanita yang ambil kendali - berusaha lebih keras untuk mempertahankan” - anonim.


Tak adil. Lalu buat apa? Dan kita pun mempertanyakan kenapa demikian.

Ini adil.

Everything is fair in love and war.


Dan ini perkara alamiah: karena sang wanita sudah jatuh cinta – bukan di saat pertama, tapi di bulan ketujuh atau kesepuluh setelah sang pria jatuh cinta lebih dulu.

Inilah titik equillibrium.

Titik saat kita mencapai kulminasi belajar mencinta dari hampa – lalu naik dan menukik. Hingga melebihi ambang batas yang naik turun perlahan.

Inilah titik equillibrium.


Dan di fase ini kau harus bertahan. Menyeimbangkan rasa yang terlalu atau yang tak lagi berjalan beriringan.

Dan di fase ini kau harus paham. Bahwa mencinta itu bukan urusan mudah, jika tidak sabar engkau akan menyerah.

Dan di fase ini kau tak boleh lemah. Karena jatuh cintanya wanita adalah titik terlemah. Dan kita harus mengakui bahwa diabaikan atau kehilangan itu memang berada di koordinat yang sejajar.

Inilah titik equillibrium.

Bersabarlah. Ambang batasmu harus ditinggikan. Mari kita duduk berdampingan – seperti saat kupu-kupu masih beterbangan di rongga pencernaan – seperti dulu.

Mari kita jatuh cinta sama-sama lagi.

1 comment:

stan said...

Teryata udah ada teorinya,hihihi

Tulisan ini begitu menginspirasi...

semoga bisa aku gunain untuk kebaikan :)