July 4, 2011

Menjemput Kangen

Akhir Juni dan awal Juli. Saya dapat kejutan dari Tuhan, anggap saja ini bonus atau hadiah karena saya sudah menabung kangen selama 9 bulan. Dan akhirnya saya bisa mampir buat pulang di sela-sela tugas dinas ke pulau seberang.

Selamat datang di Kota Medan. Saya sudah kangen udaranya, kangen logat bicaranya, kangen makanannya, dan yang terlebih-lebih: kangen rumah dan seluruh isinya.

Rumah tidak banyak berubah , tetap hangat seperti dulu dengan sinar matahari yang tak pernah kurang ataupun berlebihan juga mawar yang mekar berganti-gantian. Yang berbeda hanyalah penghuninya – tiga ekor kucing baru yang genit dan suka menggigit jari kaki juga cinta yang semakin merekah dari hari ke hari.


*namanya Cakep*

Saya menikmati kenyamanan tidur di rumah sambil memeluk Mama, menyentuh mainan dan album foto yang masih tersusun rapi di kamar yang warna dindingnya sudah memudar, belajar naik sepeda, belanja ke pasar lalu leyeh-leyeh menyeruput yogurt dan kopi bersama, juga menyantap masakan ibunda layaknya sudah ratusan tahun saya tak makan hal selezat demikian.

*boneka dari kakek 20 tahun yang lalu*

Juga tentang adik – yang dulu menjadi teman berantem karena saluran TV atau rebutan main Play Station sekarang jadi partner yang baik sekali. Juga tentang Abah – yang harunya mungkin tak kasat mata dan masih sempat mengajak saya makan rujak dan dibonceng naik sepeda motor tua menemui kerabat yang sudah menua seperti waktu membentuk keriput dan air matanya. Juga tentang Mama – yang aaah entahlah terlalu banyak kata untuk mengungkapkannya :')


Sampai ketemu lagi di waktu Lebaran. Insya Allah – tak lama lagi.

No comments: