August 8, 2011

Puding Buah

Mengenalnya itu seperti menikmati semangkuk puding buah dengan mata tertutup.

Kau hanya tahu bahwa yang tersaji di hadapanmu itu puding buah. Dan kau suka. Lalu kau dengan senang hati bersedia menyantapnya.


“Hmmm” gumammu di suapan pertama – puding strawberry meleleh di lidahmu.

Ini perasaan yang indah, bukan? Lalu kau mengangguk untuk suapan kedua.

Kau kaget – ada vla vanilla yang menggeliat di sendokmu.

Hei, dia tak bisa ditebak – tenang tapi memberi kehangatan. Damai yang dibawa kebahagiaan dalam diam dan kejutan yang tak terbaca dari mula menyapa dan komitmen dengan jawaban ‘ya’.

Suapan ketiga, keempat, kelima seterusnya.

Ada buah-buah segar mengendap di dasar puding yang berdansa di mulutmu – cherry, nanas, jeruk, mangga – manis, dan asam sebagian tak mengapa.

Asam, berarti kau harus menambah sabar – karena mengenalnya tak sebatas mendapati bagian manis hidup saja bukan? Atau sekedar menelan satu dan dua sendok puding buahmu saja bukan?


Mengenalnya itu seperti menikmati semangkuk puding buah dengan mata tertutup.

Dan aku bersyukur karenanya.

No comments: