September 23, 2011

(Masih) Tentang Rindu

Percayalah bahwa kita pun tak kurang dari mereka. Percaya pada rinduku saja, yang memang terlalu hingga jadi bisu.

Ini bukan rindu yang sederhana sehingga tak bisa kuungkap setiap waktu, dan membuatmu terlalu biasa mendengar itu.

Janganlah menggerutu, jauh di dalam hatiku – aku selalu mendoakanmu, menitipkanmu pada Tuhan yang membuat kita terjaga agar tetap merindu.

Percayalah bahwa kita pun tak kurang dari mereka. Jika kau kesepian, ingatlah bahwa aku pun di sini berjuang mengatasi kesedihanku dengan kesibukan dan ingatan tentang kamu yang ingin kubahagiakan.

Rinduku memang tak terkata-kata dan tak berair mata. Cukuplah kau yang bicara dan aku membalasnya dengan senyum setiap pagi. Karena mengetahui bahwa kau pun tak pernah bosan merindukanku adalah harapan hidup di setiap hela napasku sepanjang hari.

Aku merindukanmu dalam air mata sujud rindu kepada Tuhanku – semoga kau pun merasakannya dalam sujud rindumu bahwa ada saatnya kita tak perlu menanti dan bersabar menyimpan rindu dalam diam selama ini lagi.

2 comments:

Ririsuchan said...

Ini anak kok gak nulis >> melankolis di profile nya, wkwkwk

I am follback ur nice blog, oya, cobalah bikin buku, sepertinya bisa menginspirasi lebih banyak orang :DD
Keep writing ~

Farisa Badres said...

hehe, nggak mau menuliskan karakter secara tersurat ah :D *malu ketahuan melankolis ekstrem*

Iyaa, smoga bisa punya satu buku yang 'benar-benar terbit' dalam satu periode hidup hehe :D

Tetap menginspirasi ya mbakyuuu