November 8, 2011

Patahan #21

Ada saat-saat dimana kau tidak mengerti yang terjadi. Berpikir bahwa ini bukan yang kau mau – bahwa mimpimu beberapa tahun yang lalu tak pernah sampai di titik ini.

Ada saat-saat dimana lebih baik tutup mulut – dan berpura-pura untuk tak tahu menahu lalu lakukan saja apa yang menjadi tugasmu. Dunia pukul tujuh pagi sampai lima sore bukan untuk tertawa atau mencari teman, tuan nyonya. Di sini kita bercocok tanam dengan tenaga sebisanya atau hama yang berseliweran tapi kita harus tetap baik-baik saja.

Ada saat-saat dimana sistem, juga dia, atau mereka yang mengendalikanmu pelan-pelan. Lagipula kau siapa? Manusia dari lingkar luar yang kini bergabung menjadi satu partikel kecil dan ikut berputar-putar di dalam orbitnya bukan?

Ada saat-saat dimana tanda tanya lompat kesana kemari tiada henti – lalu dibalas dengan tanda seru yang lebih kuat lagi menyeringai spasi-spasi.

Lagipula kau siapa?

2 comments:

Ririsuchan said...

Kita adalah kita, dengan segala pahit manis yang bisa mereka rasa, aku kira, selama kita bisa memberi mereka manis, tak perlu memberi mereka pahit.
Well, karena aku dan kamu percaya' suatu saat bisa membuat mereka merasakan manis yang kita punya. Ini cuma soal kita mau atau tidak bukan?

Farisa Badres said...

@mbak lilis: yah, ini cuma soal kita mau atau tidak :)