December 13, 2011

Menjadi Perempuan

Dulu waktu SMP, saya sangat feminis. Jika cowok bisa jadi juara, maka cewek juga bisa. Jika cowok bisa jadi Presiden OSIS, cewek juga bisa.

Dan prinsip itu berlangsung sampai sekian tahun – mungkin sampai kuliah. Hingga saya sadar bahwa ada hal-hal yang memang menjadi porsi antara pria dan wanita. Berjalanlah pada hal-hal yang sesuai dengan hakikat dan kemampuan.

Dua hal yang selalu saya ingat dari abah tentang menjadi perempuan adalah:

1. Perempuan harus belajar.

Saya bersyukur punya orang tua yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, memberi saya kesempatan untuk mencapai cita-cita, juga kesempatan berpendapat. Karena di sisi lain, saat masih banyak orang tua dengan darah atau asal-usul yang sama tidak mengizinkan anak-anak perempuannya melanjutkan kuliah atau terlalu concern pada materi, pernikahan – atau sebut saja ya errr perjodohan. Hidup memang harus berubah bukan? Dan Islam sangat memuliakan para perempuan :)

2. Perempuan harus serba bisa.

Itulah mengapa saya lebih suka melakukan hal-hal sendirian – it seems disturbing somehow when I’ve been such a pathetic loner huksss. Because you can depend to nobody though you’ll never walk alone actually. Dari kecil saya dilatih untuk memperbaiki barang-barang, pegang obeng, kemana-mana sendiri – hingga kelihatan seperti tidak punya teman atau pacar saja huksss.

Woman is fragile but her heart is stronger than it seems :)

No comments: