January 5, 2012

#11 Self Note: Ceracau Waktu

Akhir-akhir ini waktu berlalu dengan sangat cepat. Dan sebagian besar pun merasakan demikian.

Hadapi saja dengan hati senang. Senang karena tak perlu lama-lama untuk mengakhiri hal-hal yang tak disuka, atau senang karena menghitung hari pun tak perlu selama itu. Bisa juga datang sesal, karena sadar terlalu banyak waktu yang terabai, atau waktu benar-benar tak bisa diajak berkonspirasi, saat hari yang dinanti itu telah tiba – secepat tibanya waktu perpisahan dan kembali menjalani hari yang biasa.

Memang benar adanya – bahwa hakikat waktu mengajarkan syukur dan sungguh-sungguh. Bukankah waktu setajam pedang? Dan Allah juga sudah memperingatkan, “Demi Masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian

Akhir-akhir ini saya masih sama – masih sejenis anti sosial, tapi entahlah akhir-akhir ini sangat malas untuk sekedar mengecheck timeline, meracau di twiiter, atau mengaktifkan paket BBM. Jujur saja, ini semacam terapi. Saya merasa lebih tenang dan lebih fokus pada kenyataan dan tujuan yang ada di hadapan.

Ya, masih sama – masih takut menjadi tua. Tua yang menyesal karena belum berbuat hal-hal yang seharusnya telah dilakukan. Masih meragu, masih bertanya-tanya tentang hubungan, takut terhadap pengkhianatan, dan masih punya banyak tujuan yang beberapanya dipatahkan sendiri pelan-pelan.

Entahlah.

But trust me – time makes you grow up more than the way you can grow up.

:)

2 comments:

Adlan 7 Afifi said...

Assalamu'alaikum...
Salam Blogger STAN

Numpang lewat...:D

Farisa Badres said...

waalaikumsalam :)

thanks for visiting :)