January 18, 2012

Tempat Itu

*tulisan ini dibuat dalam rangka merayakan syukur dan kenangan*

Tempat itu dipenuhi orang-orang hebat dan bibit berbakat. Tempat itu idaman orang tua dan calon mertua. Tempat itu yang biasanya jadi kambing hitam karena tidak tercapainya cita-cita. Tempat itu banyak pemuda ‘nyasar’ dan ‘harusnya tidak disitu’ katanya. Tempat itu diperoleh dari ujian dengan pilek yang merajalela dan kehabisan tissue dengan pilihan jurusan yang awalnya tidak terpikir telah terdefinisi di UU Nomor 1 Tahun 2004. Tempat itu menjadi jawaban saat saya bertanya ke beberapa, “Lalu kenapa berubah tidak menghebat lagi?”. Tempat itu membuat paham cara mencuci baju sendiri. Tempat itu menjadikan terbiasa memakai rok dan jilbab dengan hakiki walau minus kaus kaki. Tempat itu membuat percaya diri datang rapat pagi-pagi tanpa mandi dengan rok batik, jaket, t-shirt, dan jilbab yang warnanya tidak nyambung sama sekali. Tempat itu penuh hal-hal yang tak pasti. Tempat itu adalah lahirnya insomnia karena deadline LPJ lalu bergumam kok sudah subuh lagi. Tempat itu idolanya kisi-kisi. Tempat itu bikin berat badan turun, naik, naik lagi.

Tempat itu mempertemukan dengan teman sejati. Tempat itu mengajarkan untuk tidak berekspektasi tinggi-tinggi. Tempat itu membuat hampir lupa rumus trigonometri. Tempat itu penuh obsesi menafkahi diri dengan menjual ilmu sana sini sore atau malam hari. Tempat itu membuat jatuh cinta yang kedua kali dengan rumah dan penghuninya - para malaikat bumi. Tempat itu menjadikan tahu pentingnya subsidi dan birokrasi. Tempat itu mengajarkan aneka bahasa dan budaya negeri. Tempat itu berputar pro kontra dan baiknya berdiri di tengah-tengah saja. Tempat itu adalah kebahagiaan saat dapat makan gratisan dan traktiran. Atau berduka karena uang saku anak kosan sudah menipis tapi belum gajian dan harus beli kaos untuk kegiatan. Tempat itu pertama kalinya ikut pemilihan duta-dutaan. Tempat itu merubah cara pikir tentang feminisme dan pernikahan atau pola hubungan. Tempat itu gudangnya ilmu optimis dan sahaja. Lagi, tempat itu penuh orang hebat.

Tempat itu menjadikan suka ekonomi dan ngerti konspirasi. Tempat itu diramaikan ragam manusia unik, cerdas, dengan rutinitas bervariasi antara kuliah-kosan-laptop atau kuliah-ngajar-kosan atau rapat-rapat-kosan atau ngajar-bepe-kosan-bepe. Tempat itu harum senyuman dan air mata. Tempat itu membuat bisa merasakan wisuda di SICC sebelum konsernya Justin Bieber dan Katy Perry. Tempat itu bicara perjuangan. Tempat itu dikelilingi warung makan murah meriah atau makan enak sesekali di akhir pekan entah ayam bakar atau mie ayam atau segala sesuatu tentang ayam. Tempat itu mendidik mencintai negeri atau skeptis sesekali. Tempat itu ladang kenangan. Tempat itu membuat suka jalan-jalan sendiri. Tempat itu zona jomblo dan krisis percaya entah apa yang dicari. Tempat itu mengubah hidup. Tempat itu membuatku banyak tahu. Tempat itu mempertemukan kamu. Tempat itu membuatku rindu.

Kini tempat itu tak lagi begitu. Kesederhanaan yang terdistorsi. See?

Terima kasih pada tempat itu. Tempat itu mengubah hidup. Tempat itu mengubah cara pandang hidup. Sungguh.

:)

9 comments:

Monika Yulando Putri said...

Tempat itu mengubah hidup.. Suka tulisan Icha ini.. Salam sesama alumni tempat itu :)

Farisa Badres said...

@monika: iyaaa, tempat itu paket menu super lengkap :) hehe

aaah tapi dia sudah banyak berubah juga penghuninya saat ini :)

salam sesama alumni :)

النجم ف السماء said...

Aahh entahlah.. saya tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan.. tapi saya suka dengan tempat itu.. teruslah berkarya sahabatku.. dan tebarkan salam, semangat serta senyuman.. salam dari orang Asing.. setiap apa yang kamu tulis.. mewakilkan apa yang pernah alami dan rasakan.. tetap semangat.. man jadda wajada..

Rizki Wulandari said...

tempat itu membuat saya menjadi saya yang sekarang ini..

ahh,tempat itu..
:')

ps: style-mu mending cha. ak dulu sambil merem nyamber rok,jaket,jilbab-langsung-pake,sendal-kanan-kiri-beda. :P

Farisa Badres said...

@kepada pemilik akun man jadda wajada (ga tahu namanya -__-):

haha, kamu akan sangat suka dengan tempat itu :)
terimakasih, insya Allah saya akan tetap menulis

@rizki: *peluuuuk* haha, merem dan sendal kanan-kiri beda itu oke banget :)))

tempat itu bukan segalanya, tapi segalanya bisa berawal dari tempat itu :) True!

Yanuar Mustahar M said...

tempat itu ya, tempat tangis dan tawa terjadi dalam detik yang sama. :))

tulisan ini indah sekali XD

Farisa Badres said...

@mas yan: iyaaa tepat sekali :)))

terimakasih mas yan :)

saidialhady said...

tempat itu apa ya? jangan2 taman cd ya mbak?hhe

Salam Blogger STAN!
Ditunggu follow dan kunjungannya ya mbak :)

Farisa Badres said...

@saidialhady: haha, tempat itu salah satunya adalah taman cd :3

aku udah sejak lama dooong follow blognya :D