February 15, 2012

Heaven's Earth

Mom’s voice is heaven existed on earth.

Seandainya pintu kemana saja bisa dibeli dengan rindu yang selangit.

Aku ingat saat itu adalah pekan yang melelahkan. Aku menghubungi Mama dan beliau berucap kalimat yang sangat lekat diingat “Seandainya Mama bisa memijatmu”.

“Kenapa tidak beli vitamin? Masih minum susu?”

“Nggak apa-apa Ma, sekarang sudah malas minum susu”

Lalu beliau bercerita jika beberapa hari yang lalu menonton sebuah tayangan bertema kehidupan di stasiun televisi swasta. Tayangan itu mengisahkan tentang seorang ibu yang selalu membuatkan anaknya segelas susu untuk sarapan dari kanak-kanak hingga bekerja. Namun, si anak sudah enggan untuk minum susu lagi setelah bekerja dengan alasan repot, tidak sempat, tidak perlu – tapi sang ibu tetap setia menyediakan susu. Hingga pada suatu saat, si anak tidur larut untuk menyiapkan bahan rapat. Dan sang ibu masih juga meletakkan segelas susu di kamar tidurnya.

Tak sengaja susu itu tumpah dan merusak bahan-bahan rapatnya. Lantas si anak marah besar dan mengulang kembali semua pekerjaannya tanpa mau bicara dengan ibunya. Esoknya, dia bersiap-siap untuk melakukan presentasi penting dan kembali menyia-nyiakan susu yang sudah terhidang di meja. Sorenya, dia pulang dan bermaksud memberitahu keberhasilannya hari ini. Sang ibu sedang menunduk di meja makan dengan segelas susu di tangan menunggunya. Tapi – sudah tak bernyawa.

“Tayangan itu membuat Mama ingat kamu. Sejak kamu kecil, Mama selalu rutin untuk menyuruh minum susu. Sampai akhirnya kamu berangkat ke Jakarta. Sampai kamu kuliah pun Mama selalu menyarankan untuk minum susu. Walau susu anak saat itu harganya mahal, tapi yang penting anak Mama sehat, pintar, nggak gampang sakit”

“Mama…”

Ah hanya bisa berurai air mata. Really love you, Mom :’)

No comments: