February 15, 2012

Sekian

Bukankah memiliki kualitas hidup yang lebih baik itu hak asasi?

Lalu kenapa tuan nyonya hanya bisa berkomentar negatif lalu skeptis dengan pekerjaan kami? Masih terngiang-ngiang kepedihan lagu Iwan Fals – Guru Oemar Bakeri? Lalu berteriak-teriak kenapa harus ada remunerasi? Tentu saja, disiplin, reformasi dan beban kerja juga paralel dengan yang layak diapresiasi.

Lalu kenapa tuan nyonya masih menganggap bahwa ini sekedar pelayan?

Ini pekerjaan. Bukan hanya angguk-angguk tanpa pertimbangan dan pikiran – sudah abad dua puluh satu. Harus profesional tuan nyonya. Jangan menyama-nyamakan apa yang salah dengan yang sedang bergerak menjauhi yang salah. Lalu memberi label warna hitam suka-suka.

Bukankah memiliki kualitas hidup yang lebih baik itu hak asasi?

Lalu kenapa jika sudah bisa beli ini itu sendiri? Ini masalah manajemen rezeki tuan nyonya. Saya dan anda pernah merasakan kemiskinan. Bahwa semua pun bisa – jika punya kemauan untuk berjuang dan memilah-milah hasil yang diusahakan. Memupuk masa depan dalam keridhoan.

Hidup itu perubahan.

Sekian.

No comments: