April 28, 2012

#16 Self Note

Usia 22 tahun. Tapi saya sudah mulai menyesal pada apa yang seharusnya sudah pernah saya lakukan tapi belum saya lakukan. Menyesal untuk tidak lebih banyak belajar - entah memasak atau bela diri. Tidak mahir banyak bahasa asing. Tidak suka hafalan. Tidak ikut kursus menari. Tidak bisa naik sepeda motor. Malu. Ragu. Dan terlalu banyak seharusnya yang lain.

Seandainya adik-adikku tahu - bahwa masa berseragam putih biru atau putih abu-abu itu bukan hanya disebut indah karena kisah cinta malu-malu. Atau persahabatan yang seakan selangit dan sebumi. Atau seru-seruan yang ditampilkan oleh remaja di televisi. Tapi karena usia masih belasan - dan belum jadi apa-apa. Masih bebas bercita-cita. Mau jadi ilmuwan? Mau jadi dosen? Mau jadi astronot? Mau jadi fotografer? Bebas!

Usia 22 tahun. Tapi saya sudah mulai khawatir. Dengan lelah. Dengan kerutan. Dengan ketiadaan - iman, ilmu, materi, tujuan, harga diri. Dengan tua yang sia-sia.

Juga waktu yang selalu buru-buru.

Dan pada kebiasaan menunda. Sesungguhnya malas adalah sahabat baik penyesalan.

"Nobody can really save you but yourself"

2 comments:

Monika Yulando Putri said...

Exactly, similar to what I feel Cha..

Kata-kata yang aku inget (dari tweet @islamicthinking ) kira2 begini : do something today that your future self will thank for..

Semangat ^^

@chabadres said...

syukurlah berada pada titik ini setiap hari ya monik :)

berada pada titik dimana kita merasa bahwa kita masih belum cukup mampu, masih merasa tidak bisa, sehingga menuntut diri untuk belajar :)

ayooo belajar - apapun :)