April 28, 2012

Dan Saya Menulis

Pernah - menulis menjadi sangat menyulitkan. Selalu menjadi tugas menjelang liburan. Dan dimulai dengan kesalahan yang sama berulang-ulang, "pada suatu hari" - begitu selalu. Harus ada ide pokok kata bu guru. Entah di depan atau di belakang. Lalu jadi bahan ujian.

Padahal - menulis tak perlu demikian. Menulis fiksi berarti membuai rasa dan imajinasi. Ide pokok tersebar di setiap narasi. Tak perlu takut takut harus selalu bersubjek atau berpredikat. Seperti tulisan mereka yang indah tapi patah-patah.

***

Dan saya menulis. Karena menulis membuat mencintai bahasa. Belajar prosa. Mengenal rima. Bahwa Indonesia punya ribuan kata-kata yang bisa dicinta. Lalu dicipta menjadi cerita.

Dan saya menulis. Karena menulis membungkam otak yang tak mau diam. Atau patahan kamu yang berjalan-jalan di sepanjang kertas kerja dan laporan tahunan.

Dan saya menulis. Karena menulis mereda rindu. Atau sakit hati.

Dan saya menulis. Karena menulis mencipta pelangi. Pada yang tak mampu tersampaikan menjadi bersemi.

Dan saya menulis. Biar saya saja yang menulis. Banyak-banyak tentang kamu.

1 comment:

novi saja said...

selamat menulis...!