April 5, 2012

Mama Jagoan


Bagi beliau menjadi seorang ibu rumah tangga adalah pengabdian dan kebahagiaan.

Setiap pagi bangun dini hari, lalu membuka semua jendela yang ada di rumah, mendidihkan air untuk menyeduh teh manis dan susu, memberi makan kucing-kucing yang menunggu di depan pintu, menyapu halaman belakang, lalu membangunkan adik dan ayah yang masih terlelap.

“Ayo mandi, ayo sholat”

Begitu berulang-ulang. Sudah ada roti atau biskuit terhidang di meja. Kadang-kadang pisang goreng atau sereal instan. Kotak sarapan dan botol air mineral ukuran besar. Seragam sekolah yang sudah rapi disetrika untuk dikenakan. Sambil ditemani radio Delta FM dan sang penyiar kesukaan, mereka berbincang sebentar lalu berpamitan.

Beliau seperti tak kenal henti. Lanjut mencuci, menyapu lagi dan lagi karena tak suka ada debu menghampiri. Merencanakan menu makan siang. Naik becak atau jalan kaki ke pasar setiap hari. Membeli cemilan kesukaan ayah lalu bergegas pulang. Dikejar-kejar waktu sebelum pukul dua belas siang, tidak ingin sang penghuni rumah kelaparan. Duduk sebentar bercerita tentang harga cabai yang naik atau turun. Tentang ketemu si bapak ini atau ibu itu. Tentang berita di koran atau lagu di radio. Tentang apa saja sambil menemani ayah yang sedang membuka tabung televisi atau meneliti persediaan transistor dan IC di ruang belakang. Sambil sesekali ngobrol dengan tetangga atau mencicipi masakan yang masih di penggorengan.

Sampai sore masih betah di dapur atau ruang makan. Entah membersihkan kompor atau menyiapkan agar-agar di hari yang terik. Menunggu ayah dan adik pulang.

“Sepi sekali” beliau bergumam sendirian. Lalu ngobrol dengan kucing-kucing yang minta dipangku dan disayang.

Begitu berulang-ulang hingga malam menjelang. Menutup seluruh jendela lalu menyuruh adik mandi dan mengaji. Menyiapkan makan malam yang bergizi sambil menanti kabar dari anak di perantauan. Mendengar tentang apa saja. Tentang teman-teman kerja atau mau ke mana akhir pekan ini. Lalu menertawakan hal-hal yang sederhana. Lalu bergumam, “Kapan pulang? Di sini sepi. Mau makan apa?”

Ah Mama repot-repot sekali. Yah, pulangnya sekali-sekali. Ah Mama.

Mama memang ibu rumah tangga jagoan yang selalu bilang, “Sekolah itu penting. Anak perempuan harus sekolah. Harus sukses dan bekerja. Harus bahagia. Jangan kayak Mama. Harus mencapai cita-cita”

Selalu bilang itu – dari kecil hingga sekarang.

Ah Mama. Mama itu pahlawan. Ga bisa bayangin :’’(

*Every mom is great. No matter who she is. I wish I can be that great. No matter who I am*

1 comment:

outbound training di malang said...
This comment has been removed by a blog administrator.