April 27, 2012

Not Everything is as It Seems


Gadis itu pun pernah begitu. Sering hampir menyerah.

Seperti grafik sinus – yang dalam suatu radiusnya mencapai titik maksimum lalu terjun bebas lagi ke titik minimum. Atau titik nol yang berbahaya. Saat dia sudah tak merasa apa-apa. Merasa angkuh bisa dan tak butuh.

Lalu dia berspekulasi. Bermain-main dengan imajinasi.

“Bagaimana jika aku pergi?”

Sudah di ujung lidah – tak jadi. Ditelan pelan-pelan lalu mengutuk diri sendiri.  

“Hey aku, kenapa jahat sekali”.

Dan pada suatu pagi dia tersadar bahwa memang ini yang seharusnya. Bahwa ekspektasi kadang mengelabui rasa cukup. Bahwa dia disayangi lebih dari yang dia tahu.

Dan pada hati yang pura-pura ingin pergi – dia tak tahu kemana harus menepi dan selalu tahu arah untuk kembali. 
 

“Selamat pagi Tuan Baik Hati!”

2 comments:

amela said...

nyari2 tombol like ga nemu..

ngerti banget perasaan ini.. :D

@chabadres said...

girls! XD

ahaha