June 9, 2012

Beberapa Tahun Yang Lalu

Abah selalu mengajak bermain di halaman depan setiap akhir pekan. Beliau mencari cacing-cacing kecil lalu membuat pancingan dari sapu lidi. Lalu kami berpura-pura memancing di kolam depan yang memang ada ikannya. Setelah umpan dilahap, kami melepaskan ikan itu lagi. Tepatnya hanya untuk bersenang-senang. Jika Abah sedang tidak mood, maka saya bermain sendiri dengan ikan-ikanan plastik yang bisa ditarik dengan magnet.

Beberapa lama kemudian, ada bunyi-bunyian khas terdengar dari jauh. Seorang pedagang eskrim Medan keturunan Tionghoa bernama Hasan sudah datang dengan gerobak dan lonceng penandanya. Mama buru-buru mengambil gelas. Pak Hasan meramu eskrim dengan roti, susu, atau tape ketan. Harganya masih seribuan.

Saya tidak suka disuruh tidur siang. Maka saya mengambil majalah Bobo atau Donald Duck yang baru diantar oleh tukang koran. Duduk sendirian di ruang tamu sambil ngemil Chiki Balls. Lalu, Jidah datang ikut menemani dan melihat-lihat isinya. Dia mengenakan kecamata baca tua lalu bergumam, "Bacanya jangan dekat-dekat". Saya angguk-angguk. "Labbaik, Jidah". Dulu terbiasa bilang begitu.

Ah, kenangan :)

No comments: