July 17, 2012

Menit-menit yang Baik

"Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati" - Kahlil Gibran.

***

Tanpa diduga sebuah penugasan mengantarkan saya untuk bisa kembali pulang. Dan yang saya yakini adalah ini berkat doa ibu. Doa yang berulang-ulang.

Hanya beberapa jam bisa curi-curi waktu menikmati rumah - sungguh tak apa. Yang penting bisa tidur di sebelah mama, menikmati masakan beliau dan makan di meja yang sama, diantar jemput abah dengan sepeda motornya, bercerita, dan menggoda kucing-kucing yang sudah tumbuh besar tapi masih saja manja.

"Ah rasanya sebentar sekali"

"Bulan depan lebaran insya Allah ketemu lagi"

Abah selalu mengantar sampai depan pintu masuk keberangkatan bandara. Memeluk saya lalu tetap berdiri disana beberapa menit setelahnya.

"Tinggal satu hal lagi tugas seorang ayah yang masih abah emban setelah membesarkan dan membimbingmu, yakni menikahkanmu jika telah tiba waktunya" - masih terngiang kata-katanya. Dan saat mendengar itu saya hanya tertawa. 

Oh, abah.

Sungguh. Sampai kapanpun saya tetap akan jadi gadis kecil abah, abah yang selalu saya banggakan.

No comments: