July 24, 2012

Pesan Sang Ramadhan

Cukuplah aku menyapamu dalam sujudku dan berdoa agar kau baik-baik selalu.

Pada hal-hal yang tak terlihat dan hanya mampu kuuntai dalam imaji, percayalah - aku tetap patuh pada janji - bahwa aku tak akan pernah meninggalkanmu. Tak akan pernah dalam batas sejauh Allah meridhoi. Atau selama hati tak kehilangan energi.

Aku yakin dan mengerti - jika pada akhirnya ini demi kebaikanku, terlebih kebaikanmu. Juga belajar untuk menghargai hidupku, menyeka rasa bersalah yang menancap layaknya paku, dan memantaskan diri sebagai wanita yang terus berjalan maju.

Pada hal-hal yang tersimpan dalam relung dan membisiki kalbu setiap petang dan pagi, percayalah - bahwa kau mampu menghadapi dan memperjuangkan itu. Dan aku tetap menyimpan kekagumanku yang melimpah dalam keheningan yang tak dapat tersampaikan, untuk sang penghuni ruang rindu.

Aku yakin dan mengerti - jika Allah memang Maha Pencemburu. Dia sedang mengajariku untuk tidak mencintai secara terlalu agar tidak menjadi jauh atau lalai. Juga agar tak kehilangan, atau agar tak sakit jika memang yang digariskan tidak begitu.

***

Tapi air mata ini masih terus mengalir. 
Ramadhan, bimbing aku menuju ikhlas dan sabar. 
Juga untuk mengobati luka hati dan lupa.
Untuk tidak menanti yang tak perlu.

No comments: